21 November 2010
Winamp 5.581 (Full Version 2010)
DOWNLOAD Winamp 5.581 + SERIAL (Full Version)
What is New in Winamp 5.58?
* Major podcast overhaul including new directory powered by Mediafly
* Buy tickets, find lyrics & download music directly from your media player
* New Windows 7 support including taskbar player controls
* iTunes Library Import
* Find & manage Add-ons directly in your media player
* Available in 16 languages including Turkish, Romanian & Brazilian Portuguese
* WebM video support
* Add the Winamp Toolbar and control playback from your browser (optional)
Why Go Pro?
* Native video support including the most popular file formats for H.264 encoded video
* Unrestricted Audio CD Burning & Ripping up to 48x
* MP3 Encoding - the industry leading format
* High Quality Bitrate AACPlus Encoding (twice the quality of the free version)
* Help fund continued product development & innovation
* Add the Winamp Toolbar and control playback from your browser (optional)
Winamp - one of the most popular media player that allows to work with files in the formats MP3, OGG, AAC, WAV, MOD, XM, S3M, IT, MIDI, and others, including video formats AVI, ASF, MPEG, NSV. Can listen to streaming recording, interact with online shopping and online services, sync music to portable digital music players and more. In addition, incorporates a special library for organizing music collection. The program interface supports the change skins. Differences between the three versions of the program are the presence of modules to support different formats, as well as additional features. The Professional edition is the only commercial package which stands out among the free distributions ability to copy audio CD in various formats for maximum speed, and transcode the files. The program interface is translated into several languages, including Russian.
Features:
The revised unified interface, which includes Album Art
Remote playback and sharing for music and videos
The function dynamically recommended playlist for listening to songs
Support for multichannel surround sound MP3
The function provides a batch add tags to add the latest metadata on music
Built-in search of the Internet information about the artists and Phonograms Treaty
Album Art Support for Portable Devices
Update Podcast Directory and Download Manager
Full integration with the Web browser and individually customizable links
The new plug-in visualization - Milkdrop 2
Playing an incredible amount of audio and video
Sovmetimost with Winamp 2 Plug
Full of classic and modern shells
Access to over 18000 radio stations SHOUTcast
Enjoy thousands of free songs and videos
Playing video catalog AOL for video
Downloads of thousands of shells and plug
Features Pro-version:
Rips CDs to MP3 format
Rips CDs into formats aacPlus, AAC, WMA
Rips CD-ROM format HE-AAC
Burning CDs
New:
Support for synchronization with portable devices
Advanced Podcast Directory
Smart views with new pre-settings for dynamic playlists
Windows play: the search for songs, videos, radio news and photo artist
Extended Support for Flash video
Multimedia Monitor: more quality playback of music from the Internet
Language packs are available in Chinese, Japanese and Korean languages
Update Toolbar Winamp: Winamp player controls with a browser
Operating system: Windows ® 2000/XP/Vista/7
Language: Multi
Released: 2010
Size: 14.4 MB
Medicine: Present Baca selengkapnya ..
Label:
DOWNLOAD GRATIS
Ternyata, Kota Padang juga Terkena Tsunami Mentawai
Tsunami yang menyapu Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober lalu dan menewaskan lebih 500 warga setempat, ternyata juga sampai ke Kota Padang.
"Tsunami mencapai Kota Padang setinggi 40 cm, pulau Enggano 40 cm, dan Nias 60 cm. Persis seperti versi BMKG," ungkap Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, usai menghadiri ekspos Tim Survey Tsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) yang baru saja pulang melakukan penelitian pasca tsunami Mentawai, Jumat (19/11/2010) di Jakarta.
Dari hasil penelitian itu, para pakar juga mengungkapkan banyaknya jatuh korban jiwa karena masyarakat menganggap gempa yang saat itu pelan, tidak akan diikuti tsunami. Gempa tidak berguncang signifikan, sehingga masyarakat kembali masuk ke rumah. Lalu tidak berapa lama kemudian, terkejut tiba-tiba datang tsunami.
"Jadi, tsunami gempa Mentawai 7,2 SR di Pagai itu di luar perkiraan masyarakat. Gempa terasa pelan dan lama, membuat sebagian ragu lari ke bukit," jelas Andi Arief.
Padahal, kata Andi Arief, gempa yang terasa pelan berayun itu ternyata diikuti suara bunyi jet (pesawat) sebagai tanda tsunami datang. "(Tinggi tsunami) bervariasi, dari 8 meter sampai 14 meter," katanya.
Sebelum ini, para peneliti juga mengakui dalam simulasi mereka, tidak ditemukan adanya gempa pelan bisa menimbulkan tsunami setinggi hingga 14 meter. Artinya, peristiwa di Mentawai katanya jadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada jika datang gempa.
"Gempa walaupun terasa pelan seperti ayunan, jika terjadi lebih dari 60 detik, maka gempa itu sama dengan di atas 8 SR, potensi tsunami," bebernya.
Sebagaimana diketahui pada awal November lalu, para pakar gempa dan tsunami dari LIPI dan EOS difasilitasi Kantor Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana dan Bantuan Sosial melakukan penelitian di Mentawai.
Para pakar yang berangkat adalah DR Danny Hilman, Ir Bambang Widyoko, M.SC, dan DR Eko Yulianto dari LIPI, Prof Kerry Siech (Singapura), DR.Jose Borrero (Amerika), DR Herman Fritz (Amerika), DR Li Lin-Lin (Singapura), Mr Qiu Qiang (NTU Singapura), Mr Tius (ITB), DR Nishimura (Jepang), dan Prof DR Kenzi Shitake (Jepang).(*) Baca selengkapnya ..
"Tsunami mencapai Kota Padang setinggi 40 cm, pulau Enggano 40 cm, dan Nias 60 cm. Persis seperti versi BMKG," ungkap Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, usai menghadiri ekspos Tim Survey Tsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) yang baru saja pulang melakukan penelitian pasca tsunami Mentawai, Jumat (19/11/2010) di Jakarta.
Dari hasil penelitian itu, para pakar juga mengungkapkan banyaknya jatuh korban jiwa karena masyarakat menganggap gempa yang saat itu pelan, tidak akan diikuti tsunami. Gempa tidak berguncang signifikan, sehingga masyarakat kembali masuk ke rumah. Lalu tidak berapa lama kemudian, terkejut tiba-tiba datang tsunami.
"Jadi, tsunami gempa Mentawai 7,2 SR di Pagai itu di luar perkiraan masyarakat. Gempa terasa pelan dan lama, membuat sebagian ragu lari ke bukit," jelas Andi Arief.
Padahal, kata Andi Arief, gempa yang terasa pelan berayun itu ternyata diikuti suara bunyi jet (pesawat) sebagai tanda tsunami datang. "(Tinggi tsunami) bervariasi, dari 8 meter sampai 14 meter," katanya.
Sebelum ini, para peneliti juga mengakui dalam simulasi mereka, tidak ditemukan adanya gempa pelan bisa menimbulkan tsunami setinggi hingga 14 meter. Artinya, peristiwa di Mentawai katanya jadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada jika datang gempa.
"Gempa walaupun terasa pelan seperti ayunan, jika terjadi lebih dari 60 detik, maka gempa itu sama dengan di atas 8 SR, potensi tsunami," bebernya.
Sebagaimana diketahui pada awal November lalu, para pakar gempa dan tsunami dari LIPI dan EOS difasilitasi Kantor Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana dan Bantuan Sosial melakukan penelitian di Mentawai.
Para pakar yang berangkat adalah DR Danny Hilman, Ir Bambang Widyoko, M.SC, dan DR Eko Yulianto dari LIPI, Prof Kerry Siech (Singapura), DR.Jose Borrero (Amerika), DR Herman Fritz (Amerika), DR Li Lin-Lin (Singapura), Mr Qiu Qiang (NTU Singapura), Mr Tius (ITB), DR Nishimura (Jepang), dan Prof DR Kenzi Shitake (Jepang).(*) Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
20 November 2010
DOWNLOAD MP3 ALBUM TERBARU 2010
Iwan Fals
Album Keseimbangan
1. Pohon Untuk Kehidupan
2. ^o^
3. Ayolah Mulai
4. Hutanku
5. Jenderal Tua
6. Kuda Coklatku
7. Malahayati
8. Sepakbola
9. Suhu
10. Tanam Siram Tanam
Seventeen
Album Lelaki Hebat
1. Seventeen - Jaga selalu hatimu.mp3 - 4.4 Mb
2. Seventeen - 02 Selalu Mengalah.mp3 - 3.5 Mb
3. Seventeen - Bila Kau Percaya.mp3 - 4.2 Mb
4. Seventeen - Cinta Tak Bertuan.mp3 - 3.9 Mb
5. Seventeen - Jalan Terbaik.mp3 - 4.6 Mb
6. Seventeen - Takkan Menyerah.mp3 - 4.0 Mb
7. Seventeen - Untuk Mencintaimu.mp3 - 3.2 Mb
Ungu
Album 1000 Kisah Satu
1. Ungu - Almost Soulmate.mp3 - 4.1 Mb
2. Ungu - Dia Atau Diriku.mp3 - 3.3 Mb
3. Ungu - Dirimu Satu.mp3 - 3.5 Mb
4. Ungu - Doa Untuk Ibu.mp3 - 4.5 Mb
5. Ungu - Hakikat Cinta.mp3 - 4.3 Mb
6. Ungu - I Need You.mp3 - 3.5 Mb
7. Ungu - Mabuk Kepayang.mp3 - 3.8 Mb
8. Ungu - Percaya Padaku.mp3 - 3.5 Mb
9. Ungu - Sampai Kapanpun.mp3 - 4.1 Mb
10. Ungu - Selamanya.mp3 - 4.5 Mb
NB: Jangan lupa beli kaset atau CD original dari lagu-lagu yang ada di atas. Untuk menghargai hasil karya mereka... Baca selengkapnya ..
Label:
DOWNLOAD MP3
13 November 2010
GALLERY WISUDA AMIK-STMIK JAYANUSA PADANG 2010
Label:
AMIK-STMIK JAYANUSA
12 November 2010
Sejarah Singkat Kota Padang
Kota Padang adalah salah satu Kota tertua di pantai barat Sumatera di Lautan Hindia. Menurut sumber sejarah pada awalnya (sebelum abad ke-17) Kota Padang dihuni oleh para nelayan, petani garam dan pedagang.
Ketika itu Padang belum begitu penting karena arus perdagangan orang Minang mengarah ke pantai timur melalui sungai-sungai besar. Namun sejak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh bangsa asing serta banyaknya peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke pantai barat Pulau Sumatera.
Suku Aceh adalah kelompok pertama yang datang setelah Malaka ditaklukkan oleh Portugis pada akhir abad ke XVI. Sejak saat itu Pantai Tiku, Pariaman dan Inderapura yang dikuasai oleh raja-raja muda wakil Pagaruyung berubah menjadi pelabuhan-pelabuhan penting karena posisinya dekat dengan sumber-sumber komoditi seperti lada, cengkeh, pala dan emas.
Kemudian Belanda datang mengincar Padang karena muaranya yang bagus dan cukup besar serta udaranya yang nyaman dan berhasil menguasainya pada Tahun 1660 melalui perjanjian dengan raja-raja muda wakil dari Pagaruyung. Tahun 1667 membuat Loji yang berfungsi sebagai gudang sekaligus tangsi dan daerah sekitarnya dikuasai pula demi alasan keamanan.
Selanjutnya :
7 Agustus 1669,
puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.
20 Mei 1784
Belanda menetapkan Padang sebagai pusat kedudukan dan perdagangannya di Sumatera Barat. Padang menjadi lebih ramai setelah adanya Pelabuhan Teluk Bayur.
31 Desember 1799.
Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.
1 Maret 1906.
Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.
9 Maret 1950.
Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.
15 Agustus 1950.
SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.
29 Mei 1958.
SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.
Tahun 1975
Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.*
Pada awalnya luas Kota Padang adalah 33 Km2, yang terdiri dari 3 Kecamatan dan 13 buah Kampung, yaitu Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. Dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tanggal 21 Maret 1980 wilayah Kota Padang menjadi 694,96 Km2, yang terdiri dari 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan.
Dengan dicanangkannya pelaksanaan otonomi daerah sejak Tanggal 1 Januari 2001, maka wilayah administratif Kota Padang dibagi dalam 11 Kecamatan dan 103 Kelurahan. Dengan Keluarnya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Pembentukan organisasi Kelurahan Maka jumlah Kelurahan di Kota Padang menjadi 104 Kelurahan.
Sumber: www.padang.go.id Baca selengkapnya ..
Ketika itu Padang belum begitu penting karena arus perdagangan orang Minang mengarah ke pantai timur melalui sungai-sungai besar. Namun sejak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh bangsa asing serta banyaknya peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke pantai barat Pulau Sumatera.
Suku Aceh adalah kelompok pertama yang datang setelah Malaka ditaklukkan oleh Portugis pada akhir abad ke XVI. Sejak saat itu Pantai Tiku, Pariaman dan Inderapura yang dikuasai oleh raja-raja muda wakil Pagaruyung berubah menjadi pelabuhan-pelabuhan penting karena posisinya dekat dengan sumber-sumber komoditi seperti lada, cengkeh, pala dan emas.
Kemudian Belanda datang mengincar Padang karena muaranya yang bagus dan cukup besar serta udaranya yang nyaman dan berhasil menguasainya pada Tahun 1660 melalui perjanjian dengan raja-raja muda wakil dari Pagaruyung. Tahun 1667 membuat Loji yang berfungsi sebagai gudang sekaligus tangsi dan daerah sekitarnya dikuasai pula demi alasan keamanan.
Selanjutnya :
7 Agustus 1669,
puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.
20 Mei 1784
Belanda menetapkan Padang sebagai pusat kedudukan dan perdagangannya di Sumatera Barat. Padang menjadi lebih ramai setelah adanya Pelabuhan Teluk Bayur.
31 Desember 1799.
Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.
1 Maret 1906.
Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.
9 Maret 1950.
Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.
15 Agustus 1950.
SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.
29 Mei 1958.
SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.
Tahun 1975
Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.*
Pada awalnya luas Kota Padang adalah 33 Km2, yang terdiri dari 3 Kecamatan dan 13 buah Kampung, yaitu Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. Dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tanggal 21 Maret 1980 wilayah Kota Padang menjadi 694,96 Km2, yang terdiri dari 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan.
Dengan dicanangkannya pelaksanaan otonomi daerah sejak Tanggal 1 Januari 2001, maka wilayah administratif Kota Padang dibagi dalam 11 Kecamatan dan 103 Kelurahan. Dengan Keluarnya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Pembentukan organisasi Kelurahan Maka jumlah Kelurahan di Kota Padang menjadi 104 Kelurahan.
Sumber: www.padang.go.id Baca selengkapnya ..
Label:
SEJARAH
Subscribe to:
Posts (Atom)

