Showing posts with label Tsunami Mentawai. Show all posts
Showing posts with label Tsunami Mentawai. Show all posts
04 October 2011
Marapi Meletus, lalu Gempa Bumi
DUA bencana beruntun terjadi di Sumbar, Minggu (2/10). Pagi sekitar pukul 08.05, Gunung Marapi kembali meletus. Bahkan, catatan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terjadi empat kali letusan dengan ketinggian abu vulkanik hingga 900 meter. Namun, statusnya masih dipertahankan di level waspada yang ditetapkan sejak letusan 3 Agustus 2011.
”Hari ini teramati sudah terjadi 4 kali letusan, salah satunya mencapai ketinggian 900 meter lebih,” ungkap Kepala Pos Pengamatan Kegunungapian Marapi di Bukittinggi, Warseno, kepada Padang Ekspres, Minggu (2/10).
Kendati terjadi letusan dari kawah, tapi tekanannya tidak seperti letusan utama, 3 Agustus lalu yang mencapai ketinggian 1.000 meter.
”Jumlah letusan setiap hari fluktuatif, rata-rata 10 kali letusan. Baik teramati secara langsung (visual) maupun yang tercatat seismograf,” imbuhnya. Dia juga mengingatkan masyarakat sekitar Gunung Marapi tidak mendekati gunung dalam radius 3 kilometer. Masyarakat pun diminta tidak panik, selalu berkoordinasi dengan instansi pemerintah setempat terutama pos pengamatan gunung api.
Ke depan, tambah Warseno, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk peningkatan status Marapi. ”Kita lihat aja datanya, kalau memang mendukung untuk peningkatan aktivitas, nanti kita naikkan statusnya dan pasti kita informasikan ke masyarakat,” tukas Warseno.
Pantauan Padang Ekspres, warga sekitar kaki Marapi tidak cemas. Warga lebih yakin dengan tanda-tanda alam di sekitar gunung sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat setempat. Umumnya, mereka tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk bertani di lereng Marapi.
Indra, 40, warga Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang mengaku sudah terbiasa dengan letusan disertai semburan abu vulkanik. ”Menurut cerita orang-orangtua kami, jika letusan Marapi sudah membahayakan, hewan gunung, seperti monyet, babi dan lainnya turun ke perkampungan warga. Jika masih sebatas batuk-batuk dengan semburan abu vulkanik, itu sudah biasa terjadi,” terangnya.
Dekat Gempa 2009
Jika pagi Marapi meletus, siang sekitar pukul 13.02, gempa mengguncang. Gempa berkekuatan 4,3 SR itu berpusat di 77 km barat laut Padang dengan kedalaman 10 km, itu dirasakan sebagian warga Padang dan Pariaman.
Kendati berskala kecil, tetap saja masyarakat berhamburan ke luar rumah. Rahmat, 20, warga Aurduri, Padang, terperanjat begitu merasakan getaran gempa di warnet. ”Saya kira, ada yang menggoyang dinding warnet ini, rupanya setelah lihat berita di internet, memang ada gempa,” ujarnya.
Mita, 32, warga Desa Rawang, Pariaman, langsung ke luar rumah begitu gempa. ”Mungkin karena saya lagi duduk, getarannya sangat terasa. Sedangkan kakak saya yang lagi memasak, mengaku tidak merasakan gempa,” ujarnya.
Acun, 42, pedagang emas di kompleks pasar Pariaman, juga tidak merasakan gempa. Hal serupa juga tampak di Pantai Gandoriah, nyaris tidak ada pengunjung merasakan gempa. ”Saya justru tahu gempa dari teman yang kebetulan menelepon dari Padang. Saya sendiri tidak merasakan, mungkin karena sedang asyik bermain ombak,” ujar Esti, 36, warga Tabing, Padang yang sedang berlibur.
Kepala BPBD Kota Pariaman, Asrizal mengimbau warganya tetap waspada. ”Yang penting, siapkan makanan, pakaian dan surat-surat penting dalam satu tas untuk antisipasi,” imbaunya.
Marapi Waspada Plus
Manajer Pusdalops PB Sumbar Ade Edwar menyebutkan, pusat gempa yang mengguncang siang kemarin berada dekat pusat gempa 7,9 SR pada 30 September 2009 silam. Sedangkan Gunung Marapi, diakui Ade aktivitasnya terus meningkat. Jika ditarik garis lurus, posisi gempa kemarin berhadapan langsung dengan gunung api itu. ”Tapi belum ada penelitian yang membuktikan, apakah ada patahan gempa kemarin yang terkait dengan gunung api tersebut,” katanya.
Tapi, pekan lalu, dalam pertemuan dengan para pakar gempa dari dalam dan luar negeri di Istana Negara yang juga dihadiri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Surono, Ade sempat mempertanyakan seputar peningkatan aktivitas Marapi. ”Memang dikatakan Marapi statusnya waspada, tapi sudah masuk waspada plus, mendekati siaga. Karena hampir setiap hari, terjadi semburan asap dan debu vulkanik yang ke luar pun sangat tinggi. Maka, kami terus memantaunya 24 jam,” jelas Ade Edward.
Untuk itu, diperlukan berbagai persiapan guna menghadapi situasi tak terduga seperti jika Marapi tiba-tiba meletus, mengeluarkan awan panas dan magma. ”Maka, dari sekarang diperlukan persiapan awal seperti sosialisasi dan menyiapkan rambu titik-titik evakuasi. Semua itu butuh dana tak terduga, karena dana sekarang digunakan untuk program yang telah terprogram,” ujarnya. (nia/bis/fd/esg)
source: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=13707 Baca selengkapnya ..
01 October 2011
Anas Peringati Dua Tahun Gempa di Padang
Jadikan Spirit Membangun Sumatera Barat
Dahsyatnya gempa 7,9 SR yang mengguncang Sumbar dua tahun silam seketika menyeruak. Rona kesedihan memancar pada saat detik-detik peringatan dua tahun gempa Sumbar di Padang dan Padangpariaman, dua daerah terparah diguncang gempa pada 30 September 2009.
Suasana mengharu biru tatkala Qurata Ayuna, 15, dengan kursi roda menghadiri peringatan dua tahun gempa di Monumen Gempa, Jalan Gereja, Taman Melati, Jumat (30/9). Siswi SMPN 8 Padang itu melempar senyum ketika Wali Kota Padang Fauzi Bahar datang menghampirinya. Dia tampak ingin menunjukkan pada dunia bahwa orang Sumbar bermental baja meski babak belur dihoyak gempa dua tahun silam.
Ketegaran Qurata mengundang haru warga Padang yang menghadiri detik-detik peringatan gempa 30 September, pukul 17.16 WIB. Melihat ketegaran Qurata, membuat warga Padang yang hadir dalam peringatan itu, tak kuasa menahan linangan air mata.
Qurata adalah salah satu siswa yang tertimbun di reruntuhan gedung lembaga bimbingan belajar Gama, Jalan Proklamasi, Padang. Gadis belia ini selamat, tapi kakinya terpaksa diamputasi sehingga harus memakai kursi roda.
16 April 2011
Mengalirkan Dollar ke Rekening, Tanpa Modal...
MARKETIVA Forex terbaik bagi Trader Pemula dan Pakar
Memperkenalkan sebuah bisnis perdagangan mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan Foreign Exchange (FOREX). MARKETIVA adalah perusahaan pialang internasional, profesional dan legal yang berkedudukan di Switzerland, perusahaan ini telah mendapatkan izin internasional dengan no. IBC CAP.291 REG.NO. 646819.
Kini melalui MARKETIVA anda tidak lagi harus mempunyai uang dengan jumlah yang besar untuk bisa segera berinvestasi dalam perdagangan mata uang asing, tapi cukup 10.000 rupiah, 50.000 rupiah, 70.000 rupiah atau terserah sesuai dengan keinginan dan kemampuan financial anda tentunya. Bahkan lebih extreme-nya anda bisa dengan segera melakukan perdagangan tanpa uang sepeserpun, karena begitu anda selesai mendaftar anda akan di berikan hadiah sebesar US$ 5 sebagai modal awal.Menarik bukan? kenapa anda tidak mencobanya sekarang..! semuanya GRATIS
Program investasi ini tidak hanya cocok untuk kalangan atas saja, tapi sangat cocok untuk investor menengah ke bawah. seperti Karyawan, Pedagang kecil, bahkan untuk Mahasiswa.
Keunggulan Marketiva:
Bonus $5 cash, yang bisa langsung digunakan untuk live trading
Spread mulai dari 3 pips untuk pasangan EUR/USD
Trading mulai dari 1% margin
Virtual demo and live trading dengan 1 account; $10000 free virtual
Latest economic news
Alerts on market events
Tidak ada komisi perdagangan
24-hour customer support
Proses deposit dan withdrawl (penarikan uang) yang mudah
Chat channels
Charting tools yang mudah digunakan
Daftarkan sekarang juga dan anda berhak mendapatkan bonus gratis uang mainan senilai 20,000 USD dan uang betulan senilai 5 USD.
Berminat??? Silahkan klik Daftar
untuk cara pengisiannya silahkan klik disini
Kelebihan lain dari marketiva adalah apabila anda pemula akan dibimbing langsung oleh Marketiva melaluli chat boxnya jadi apa aja yang anda tanyakan akan langsung di jelaskan. (sangat baik bagi pemula)
Sebagai informasi Marketiva tutup hari sabtu dan minggu.
sumber: http://pulaubiru999.blogspot.com Baca selengkapnya ..
Memperkenalkan sebuah bisnis perdagangan mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan Foreign Exchange (FOREX). MARKETIVA adalah perusahaan pialang internasional, profesional dan legal yang berkedudukan di Switzerland, perusahaan ini telah mendapatkan izin internasional dengan no. IBC CAP.291 REG.NO. 646819.
Kini melalui MARKETIVA anda tidak lagi harus mempunyai uang dengan jumlah yang besar untuk bisa segera berinvestasi dalam perdagangan mata uang asing, tapi cukup 10.000 rupiah, 50.000 rupiah, 70.000 rupiah atau terserah sesuai dengan keinginan dan kemampuan financial anda tentunya. Bahkan lebih extreme-nya anda bisa dengan segera melakukan perdagangan tanpa uang sepeserpun, karena begitu anda selesai mendaftar anda akan di berikan hadiah sebesar US$ 5 sebagai modal awal.Menarik bukan? kenapa anda tidak mencobanya sekarang..! semuanya GRATIS
Program investasi ini tidak hanya cocok untuk kalangan atas saja, tapi sangat cocok untuk investor menengah ke bawah. seperti Karyawan, Pedagang kecil, bahkan untuk Mahasiswa.
Keunggulan Marketiva:
Bonus $5 cash, yang bisa langsung digunakan untuk live trading
Spread mulai dari 3 pips untuk pasangan EUR/USD
Trading mulai dari 1% margin
Virtual demo and live trading dengan 1 account; $10000 free virtual
Latest economic news
Alerts on market events
Tidak ada komisi perdagangan
24-hour customer support
Proses deposit dan withdrawl (penarikan uang) yang mudah
Chat channels
Charting tools yang mudah digunakan
Daftarkan sekarang juga dan anda berhak mendapatkan bonus gratis uang mainan senilai 20,000 USD dan uang betulan senilai 5 USD.
Berminat??? Silahkan klik Daftar
untuk cara pengisiannya silahkan klik disini
Kelebihan lain dari marketiva adalah apabila anda pemula akan dibimbing langsung oleh Marketiva melaluli chat boxnya jadi apa aja yang anda tanyakan akan langsung di jelaskan. (sangat baik bagi pemula)
Sebagai informasi Marketiva tutup hari sabtu dan minggu.
sumber: http://pulaubiru999.blogspot.com Baca selengkapnya ..
Empat Fakta Gempa Bumi
Gempa sejarah dapat dilacak kembali ke 1177 SM Ada beberapa fakta Gempa yang menjalankan dingin di tulang belakang. Kerusakan Gempa bervariasi sesuai dengan kondisi. Gempa prediksi tidak terlalu diandalkan.
Rilis tiba-tiba energi dalam kerak bumi menyebabkan gelombang seismik dan menghasilkan gempa bumi. Hal ini disebabkan karena pecahnya kesalahan geologi, tanah longsor, aktivitas gunung berapi, ledakan tambang dan percobaan nuklir. Dengan demikian, fenomena alam atau peristiwa yang disebabkan manusia menciptakan gelombang seismik.
Gempa fakta
Daerah di bawah permukaan bumi di mana pecahnya dimulai kesalahan disebut sebagai 'hiposenter'. Titik tepat di atas hiposenter pada permukaan bumi disebut sebagai 'pusat'. Nilai yang dihitung dari ukuran gempa disebut sebagai 'besar'. Ukuran akibat goncangan gempa ini disebut sebagai 'intensitas'. Gempa bumi memang terjadi pada iklim dingin, panas atau hujan dan begitu, konsep 'cuaca gempa' belum ditetapkan. Sebagian besar gempa bumi telah direkam pada kedalaman kurang dari 80 km yaitu 50 mil di bawah permukaan bumi.
Gempa bumi terdalam telah terjadi di batas lempeng di mana kerak bumi adalah subduksi ke dalam mantel. Ini terjadi 750 km di bawah permukaan. Sebagian besar gempa bumi terjadi di sepanjang batas lempeng. Sebagai contoh, batas antara lempeng Pasifik dan lempeng Utara Amerika atau lempeng Pasifik besar. Seperti gelombang gempa memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz, ini tidak dapat dideteksi oleh manusia. Dunia dikenai 500.000 per tahun gempa bumi terdeteksi. Dari jumlah tersebut, 100.000 bisa dirasakan, sementara 100 menyebabkan kerusakan yang sebenarnya. Gempa bumi yang tercatat terbesar di dunia terjadi di Chile pada 22 Mei 1960. Besarnya ini adalah 9,5 (Mw). Di Amerika Serikat, mencatat gempa terbesar terjadi di Prince William Sound, Alaska pada tanggal 28 Maret 1964. Besarnya ini adalah 9.2. Gempa bumi paling mematikan di dunia hit Cina tengah pada tahun 1556. Sekitar, 830.000 orang tewas. Gempa mematikan lainnya melanda Tangshan, Cina pada tahun 1976. Sekitar, 250.000 orang tewas.
Kerusakan akibat gempa bumi
Efek dari gempa bumi yang paling menonjol dalam suatu daerah yang luas di dekat pusat gempa. Kesalahan yang mencapai permukaan menyebabkan permukaan tanah retak. Perpindahan vertikal dan horizontal beberapa meter biasa. Microearthquakes memiliki gerakan periodik disebut creep sedikit kesalahan. Sifat tanah memutuskan kisaran getaran gempa dan kerusakan akibat suatu daerah.
Di permukaan material yang tidak dikonsolidasi seperti deposito sungai atau buruk mengisi dipadatkan, getaran memiliki lebih amplitudo dan bertahan lebih lama. Area batuan dasar yang kurang rentan. Struktur di daerah perkotaan yang berpenduduk padat tidak tahan luar biasa gemetar dan harus menderita kerusakan besar. gelombang L dapat menimbulkan getaran merusak bangunan dan struktur lainnya dan hal ini dapat menyebabkan kebakaran yang tidak terkendali.
Gempa sejarah
Di Cina, gempa bumi telah dicatat di 1177 SM Di Eropa, 580 SM adalah tahun ketika gempa terasa. Di Amerika Utara, New Madrid, Missouri dilanda gempa bumi besar di 1811-1812. Telah menduga bahwa ini diukur 8 pada skala Richter. Sebuah gempa yang sangat menghancurkan terjadi di Amerika Serikat di San Francisco pada tahun 1906. Lebih dari 700 orang tewas dalam hal ini. Pada tahun 1964, gempa bumi yang melanda Alaska ganda kuat. Ini korban kurang karena dengan kepadatan penduduk rendah.
Gempa prediksi
Istilah di atas berarti dugaan bahwa gempa berkekuatan tertentu akan mempengaruhi suatu daerah tertentu pada waktu tertentu. Ada beberapa bukti bahwa gempa bumi dapat diprediksi dengan akurasi yang baik waktu dan ruang. Namun, teknik prediksi tidak ditemukan handal dan direproduksi. Jadi, ini tidak diterima oleh seismolog. Orang mencoba untuk menghubungkan kemungkinan gempa dengan bantuan pola kegempaan, medan elektromagnetik, awan tidak teratur, sikap hewan, tingkat air di sumur dan kandungan gas hidrogen air tanah. Sebuah prediksi gempa harus meliputi daerah, besarnya, jendela waktu, secara fisik dan perkiraan probabilitas.
Gempa peta yang menunjukkan jumlah rata-rata gempa bumi per tahun per 12.300 kilometer persegi dari besaran tertentu diambil. Peta diklasifikasikan sebagai per berbagai kedalaman permukaan bumi.
Sumber: http://www.buzzle.com
Terjemahan : http://translate.google.co.id Baca selengkapnya ..
Rilis tiba-tiba energi dalam kerak bumi menyebabkan gelombang seismik dan menghasilkan gempa bumi. Hal ini disebabkan karena pecahnya kesalahan geologi, tanah longsor, aktivitas gunung berapi, ledakan tambang dan percobaan nuklir. Dengan demikian, fenomena alam atau peristiwa yang disebabkan manusia menciptakan gelombang seismik.
Gempa fakta
Daerah di bawah permukaan bumi di mana pecahnya dimulai kesalahan disebut sebagai 'hiposenter'. Titik tepat di atas hiposenter pada permukaan bumi disebut sebagai 'pusat'. Nilai yang dihitung dari ukuran gempa disebut sebagai 'besar'. Ukuran akibat goncangan gempa ini disebut sebagai 'intensitas'. Gempa bumi memang terjadi pada iklim dingin, panas atau hujan dan begitu, konsep 'cuaca gempa' belum ditetapkan. Sebagian besar gempa bumi telah direkam pada kedalaman kurang dari 80 km yaitu 50 mil di bawah permukaan bumi.
Gempa bumi terdalam telah terjadi di batas lempeng di mana kerak bumi adalah subduksi ke dalam mantel. Ini terjadi 750 km di bawah permukaan. Sebagian besar gempa bumi terjadi di sepanjang batas lempeng. Sebagai contoh, batas antara lempeng Pasifik dan lempeng Utara Amerika atau lempeng Pasifik besar. Seperti gelombang gempa memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz, ini tidak dapat dideteksi oleh manusia. Dunia dikenai 500.000 per tahun gempa bumi terdeteksi. Dari jumlah tersebut, 100.000 bisa dirasakan, sementara 100 menyebabkan kerusakan yang sebenarnya. Gempa bumi yang tercatat terbesar di dunia terjadi di Chile pada 22 Mei 1960. Besarnya ini adalah 9,5 (Mw). Di Amerika Serikat, mencatat gempa terbesar terjadi di Prince William Sound, Alaska pada tanggal 28 Maret 1964. Besarnya ini adalah 9.2. Gempa bumi paling mematikan di dunia hit Cina tengah pada tahun 1556. Sekitar, 830.000 orang tewas. Gempa mematikan lainnya melanda Tangshan, Cina pada tahun 1976. Sekitar, 250.000 orang tewas.
Kerusakan akibat gempa bumi
Efek dari gempa bumi yang paling menonjol dalam suatu daerah yang luas di dekat pusat gempa. Kesalahan yang mencapai permukaan menyebabkan permukaan tanah retak. Perpindahan vertikal dan horizontal beberapa meter biasa. Microearthquakes memiliki gerakan periodik disebut creep sedikit kesalahan. Sifat tanah memutuskan kisaran getaran gempa dan kerusakan akibat suatu daerah.
Di permukaan material yang tidak dikonsolidasi seperti deposito sungai atau buruk mengisi dipadatkan, getaran memiliki lebih amplitudo dan bertahan lebih lama. Area batuan dasar yang kurang rentan. Struktur di daerah perkotaan yang berpenduduk padat tidak tahan luar biasa gemetar dan harus menderita kerusakan besar. gelombang L dapat menimbulkan getaran merusak bangunan dan struktur lainnya dan hal ini dapat menyebabkan kebakaran yang tidak terkendali.
Gempa sejarah
Di Cina, gempa bumi telah dicatat di 1177 SM Di Eropa, 580 SM adalah tahun ketika gempa terasa. Di Amerika Utara, New Madrid, Missouri dilanda gempa bumi besar di 1811-1812. Telah menduga bahwa ini diukur 8 pada skala Richter. Sebuah gempa yang sangat menghancurkan terjadi di Amerika Serikat di San Francisco pada tahun 1906. Lebih dari 700 orang tewas dalam hal ini. Pada tahun 1964, gempa bumi yang melanda Alaska ganda kuat. Ini korban kurang karena dengan kepadatan penduduk rendah.
Gempa prediksi
Istilah di atas berarti dugaan bahwa gempa berkekuatan tertentu akan mempengaruhi suatu daerah tertentu pada waktu tertentu. Ada beberapa bukti bahwa gempa bumi dapat diprediksi dengan akurasi yang baik waktu dan ruang. Namun, teknik prediksi tidak ditemukan handal dan direproduksi. Jadi, ini tidak diterima oleh seismolog. Orang mencoba untuk menghubungkan kemungkinan gempa dengan bantuan pola kegempaan, medan elektromagnetik, awan tidak teratur, sikap hewan, tingkat air di sumur dan kandungan gas hidrogen air tanah. Sebuah prediksi gempa harus meliputi daerah, besarnya, jendela waktu, secara fisik dan perkiraan probabilitas.
Gempa peta yang menunjukkan jumlah rata-rata gempa bumi per tahun per 12.300 kilometer persegi dari besaran tertentu diambil. Peta diklasifikasikan sebagai per berbagai kedalaman permukaan bumi.
Sumber: http://www.buzzle.com
Terjemahan : http://translate.google.co.id Baca selengkapnya ..
Label:
Gempa Bumi,
News Update Padang,
SEJARAH,
Tsunami Mentawai
Fakta Gempa Bumi di Dunia
Gempa bumi yang tercatat terbesar di Amerika Serikat adalah berkekuatan 9.2 yang melanda Prince William Sound, Alaska pada Good Jumat, 28 Maret 1964 UTC.
Gempa bumi yang tercatat terbesar di dunia adalah berkekuatan 9,5 (Mw) di Chili pada 22 Mei 1960.
Gempa bumi dilaporkan paling awal di California dirasakan pada tahun 1769 oleh ekspedisi eksplorasi Gaspar de Portola sedangkan kelompok itu berkemah sekitar 48 kilometer (30 mil) tenggara Los Angeles.
Sebelum elektronik diperbolehkan rekaman gempa bumi besar, ilmuwan dibangun seismometer besar musim semi-pendulum dalam upaya untuk merekam gerak periode panjang yang dihasilkan oleh gempa tersebut. Yang terbesar beratnya sekitar 15 ton. Ada berukuran sedang satu tiga cerita tinggi di Mexico City yang masih beroperasi.
Tingkat rata-rata gerak di San Andreas Fault Zona selama 3 juta tahun lalu adalah 56 mm / tahun (2 di / tahun). Ini adalah tentang tingkat yang sama di mana kuku Anda tumbuh. Dengan asumsi tingkat ini terus berlanjut, ilmuwan proyek yang Los Angeles dan San Francisco akan berdekatan satu sama lain dalam sekitar 15 juta tahun.
Afrika Timur Rift System adalah 50-60 km (31-37 miles) zona luas gunungapi aktif dan patahan yang memanjang utara-selatan di Afrika timur selama lebih dari 3000 km (1864 mil) dari Ethiopia di utara untuk Zambezi di selatan. Ini adalah contoh langka dari zona rift aktif benua, di mana sebuah pelat kontinental mencoba untuk membagi menjadi dua lempeng yang bergerak menjauh dari satu sama lain.
Yang pertama "pendulum seismoscope" untuk mengukur getaran dari tanah selama gempa dikembangkan pada 1751, dan itu tidak sampai 1855 bahwa kesalahan telah diakui sebagai sumber gempa bumi.Moonquakes ("gempa bumi" di bulan) memang terjadi, tetapi mereka terjadi lebih sering dan memiliki magnitudo lebih kecil dari gempa bumi di Bumi. Tampaknya mereka terkait dengan pasang surut stres yang terkait dengan jarak bervariasi antara Bumi dan Bulan. Mereka juga terjadi pada kedalaman besar, sekitar pertengahan antara permukaan dan pusat bulan.
Meskipun keduanya gelombang laut, tsunami dan gelombang pasang adalah dua phenomenona tidak berhubungan yang berbeda. Gelombang pasang adalah gelombang air dangkal yang disebabkan oleh interaksi gravitasi antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bawah laut atau tanah longsor (biasanya dipicu oleh gempa) menggusur air laut.
The gempanya gempa bumi adalah lokasi di bawah permukaan bumi di mana pecahnya kesalahan dimulai. Pusat gempa adalah lokasi tepat di atas hiposenter pada permukaan bumi.
Tanah terbesar di dunia adalah Pegunungan Himalaya-Karakoram. Ini berisi 96 dari 109 puncak dunia lebih dari 7.317 m (24.000 ft). Rentang terpanjang adalah pegunungan Andes Amerika Selatan yang 7.564 km (4.700 mil) panjangnya. Kedua diciptakan pergerakan lempeng tektonik bythe.
Hal ini diperkirakan terdapat 500.000 gempa bumi terdeteksi di dunia setiap tahun. 100.000 tersebut bisa dirasakan, dan 100 di antaranya menyebabkan kerusakan.
Diperkirakan bahwa lebih banyak kerusakan dilakukan oleh api yang dihasilkan setelah gempa bumi San Francisco 1906 daripada akibat gempa itu sendiri.
Sebuah seiche (SAYSH diucapkan) adalah apa yang terjadi di kolam renang dari California selama dan setelah gempa bumi. Ini adalah "sebuah gelombang osilasi internal dalam tubuh air" atau, dengan kata lain, itu adalah tumpah air di kolam renang Anda, atau badan air, tanah yang disebabkan oleh gempa bumi bergetar. Ini mungkin berlangsung beberapa saat atau jam, lama setelah gaya pembangkit hilang. seiche A juga bisa disebabkan oleh angin atau pasang surut.
Setiap tahun wilayah California selatan memiliki sekitar 10.000 gempa bumi. Kebanyakan dari mereka adalah sangat kecil bahwa mereka tidak merasa. Hanya beberapa ratus yang lebih besar dari magnitudo 3,0, dan hanya sekitar 15-20 yang lebih besar dari magnitudo 4,0. Jika ada gempa besar, bagaimanapun, urutan gempa susulan akan menghasilkan banyak gempa bumi lebih dari semua besaran selama berbulan-bulan.
Besarnya gempa bumi adalah nilai diukur dari ukuran gempa. besarnya adalah sama di mana pun Anda berada, atau seberapa kuat atau lemah yang gemetar di berbagai lokasi. Intensitas gempa adalah ukuran dari goncangan yang diciptakan oleh gempa, dan nilai ini tidak berbeda dengan lokasi.
Kisaran Wasatch, dengan area ski yang luar biasa, berjalan Utara-Selatan melalui Utah, dan seperti gunung semua kisaran itu dihasilkan oleh serangkaian gempa bumi. 386 km (240 mil)-panjang Wasatch Fault terdiri dari beberapa segmen, masing-masing mampu memproduksi sampai gempa M7.5. Selama 6.000 tahun terakhir, telah terjadi M6.5 + sekitar sekali setiap 350 tahun, dan sudah sekitar 350 tahun sejak gempa kuat terakhir, yang pada segmen Nefi.
Tidak ada hal seperti "cuaca gempa". Secara statistik, ada pemerataan gempa bumi dalam cuaca dingin, cuaca panas, cuaca hujan, dll Selain itu, tidak ada cara fisik yang cuaca bisa mempengaruhi kekuatan beberapa mil di bawah permukaan bumi. Perubahan tekanan udara di atmosfer sangat kecil dibandingkan dengan kekuatan di kerak bumi, dan efek dari tekanan udara tidak mencapai di bawah tanah.
Dari 1975-1995 hanya ada empat negara yang tidak memiliki gempa bumi. Mereka adalah: Florida, Iowa, North Dakota, dan Wisconsin.
Inti bumi adalah elemen struktur pertama internal diidentifikasi. Pada 1906 RD Oldham menemukannya dari penelitiannya terhadap gempa. Inti bagian dalam solid, dan inti luar cair dan begitu juga tidak mengirimkan energi gelombang geser dilepaskan selama gempa bumi.
Kolam renang di University of Arizona di Tucson kehilangan air dari tumpah (seiche) yang disebabkan oleh M8.1 1985 Michoacan, Mexico gempa 2000 km (1.240 mil).
Gempa bumi terjadi di bagian tengah Amerika Serikat juga! Beberapa gempa bumi sangat kuat terjadi di sepanjang sesar Madrid Baru di Lembah Mississippi pada 1811-1812. Karena struktur kerak di Amerika Tengah yang efisien energi seismik merambat, gemetar dari gempa bumi di bagian negara tersebut dirasakan pada jarak yang jauh lebih besar dari epicenters dari gempa ukuran hampir sama di Amerika Serikat Barat.
Kebanyakan gempa bumi terjadi pada kedalaman kurang dari 80 km (50 mil) dari permukaan bumi.
Kesalahan San Andreas TIDAK kesalahan, tunggal terus menerus, melainkan sebenarnya adalah zona sesar terdiri dari banyak segmen. Gerakan mungkin terjadi di sepanjang salah satu dari banyak segmen sesar sepanjang zona setiap saat. Sistem sesar San Andreas lebih yang 1300 km (800 mil), dan di beberapa tempat adalah sebanyak 16 km (10 mil) dalam.
Gempa paling mematikan di dunia yang tercatat terjadi pada tahun 1556 di Cina tengah. Ini melanda daerah dimana kebanyakan orang tinggal di gua-gua diukir dari batuan lunak. Rumah ini runtuh saat gempa, membunuh seorang 830.000 orang diperkirakan. Pada tahun 1976 gempa mematikan lainnya melanda di Tangshan, Cina, di mana lebih dari 250.000 orang tewas.
Florida dan North Dakota memiliki jumlah terkecil gempa bumi di Amerika Serikat.
Gempa bumi terdalam biasanya terjadi di batas lempeng mana Bumi "kerak sedang subduksi ke dalam mantel bumi. Ini terjadi sebagai sedalam 750 km (400 mil) di bawah permukaan.
Alaska adalah negara yang paling rawan gempa dan salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Alaska mengalami gempa bumi berkekuatan 7 hampir setiap tahun, dan besarnya 8 atau lebih besar gempa rata-rata setiap 14 tahun.
Sebagian besar gempa bumi dan letusan gunung berapi terjadi di sepanjang batas lempeng seperti batas antara Lempeng Pasifik dan Amerika Utara piring. Salah satu batas lempeng yang paling aktif di mana gempa bumi dan letusan sering terjadi, misalnya, adalah sekitar Lempeng Pasifik besar sering disebut sebagai Cincin Api Pasifik.
Bukti paling awal tercatat gempa bumi telah dilacak kembali ke 1831 SM di provinsi Shandong Cina, tetapi ada catatan yang cukup lengkap mulai tahun 780 SM selama Dinasti Zhou di Cina.
Hal ini diakui sejak 350 SM oleh Aristoteles ilmuwan Yunani yang tanah lunak getar lebih dari hard rock dalam gempa bumi.
Penyebab gempa dinyatakan benar tahun 1760 oleh insinyur Inggris John Michell, salah seorang bapak pertama seismologi, dalam memoar mana ia menulis bahwa gempa bumi dan gelombang energi yang mereka buat disebabkan oleh "massa pergeseran mil di bawah batuan permukaan ".
Pada 1663 pemukim Eropa mengalami gempa pertama mereka di Amerika.
Manusia dapat mendeteksi suara dalam rentang frekuensi 20-20,000 Hz. Jika gelombang P dibiaskan keluar dari permukaan batu ke udara, dan memiliki frekuensi dalam kisaran terdengar, maka akan terdengar sebagai gemuruh. Sebagian besar gelombang gempa memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz, sehingga gelombang itu sendiri biasanya tidak didengar. Sebagian besar suara gemuruh terdengar saat terjadi gempa bumi adalah bangunan dan isinya bergerak.
Ketika terjadi gempa Chili pada tahun 1960, seismograf mencatat gelombang seismik yang melakukan perjalanan di seluruh bumi. Gelombang seismik ini mengguncang seluruh bumi untuk beberapa hari! Fenomena ini disebut osilasi bebas dari Bumi.
Interior Antartika telah icequakes yang, meskipun mereka jauh lebih kecil, yang mungkin lebih sering dari gempa bumi di Antartika. Para icequakes mirip dengan gempa bumi, tetapi terjadi dalam lapisan es itu sendiri, bukan dari tanah di bawah es. Beberapa pengamat kutub kami telah memberitahu kami bahwa mereka dapat mendengar icequakes dan melihat mereka di stasiun seismograph Kutub Selatan, tetapi mereka terlalu kecil untuk dilihat pada stasiun yang cukup untuk mendapatkan lokasi.
Sumber: http://earthquake.usgs.gov
Terjemahan : http://translate.google.co.id Baca selengkapnya ..
Gempa bumi yang tercatat terbesar di dunia adalah berkekuatan 9,5 (Mw) di Chili pada 22 Mei 1960.
Gempa bumi dilaporkan paling awal di California dirasakan pada tahun 1769 oleh ekspedisi eksplorasi Gaspar de Portola sedangkan kelompok itu berkemah sekitar 48 kilometer (30 mil) tenggara Los Angeles.
Sebelum elektronik diperbolehkan rekaman gempa bumi besar, ilmuwan dibangun seismometer besar musim semi-pendulum dalam upaya untuk merekam gerak periode panjang yang dihasilkan oleh gempa tersebut. Yang terbesar beratnya sekitar 15 ton. Ada berukuran sedang satu tiga cerita tinggi di Mexico City yang masih beroperasi.
Tingkat rata-rata gerak di San Andreas Fault Zona selama 3 juta tahun lalu adalah 56 mm / tahun (2 di / tahun). Ini adalah tentang tingkat yang sama di mana kuku Anda tumbuh. Dengan asumsi tingkat ini terus berlanjut, ilmuwan proyek yang Los Angeles dan San Francisco akan berdekatan satu sama lain dalam sekitar 15 juta tahun.
Afrika Timur Rift System adalah 50-60 km (31-37 miles) zona luas gunungapi aktif dan patahan yang memanjang utara-selatan di Afrika timur selama lebih dari 3000 km (1864 mil) dari Ethiopia di utara untuk Zambezi di selatan. Ini adalah contoh langka dari zona rift aktif benua, di mana sebuah pelat kontinental mencoba untuk membagi menjadi dua lempeng yang bergerak menjauh dari satu sama lain.
Yang pertama "pendulum seismoscope" untuk mengukur getaran dari tanah selama gempa dikembangkan pada 1751, dan itu tidak sampai 1855 bahwa kesalahan telah diakui sebagai sumber gempa bumi.Moonquakes ("gempa bumi" di bulan) memang terjadi, tetapi mereka terjadi lebih sering dan memiliki magnitudo lebih kecil dari gempa bumi di Bumi. Tampaknya mereka terkait dengan pasang surut stres yang terkait dengan jarak bervariasi antara Bumi dan Bulan. Mereka juga terjadi pada kedalaman besar, sekitar pertengahan antara permukaan dan pusat bulan.
Meskipun keduanya gelombang laut, tsunami dan gelombang pasang adalah dua phenomenona tidak berhubungan yang berbeda. Gelombang pasang adalah gelombang air dangkal yang disebabkan oleh interaksi gravitasi antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bawah laut atau tanah longsor (biasanya dipicu oleh gempa) menggusur air laut.
The gempanya gempa bumi adalah lokasi di bawah permukaan bumi di mana pecahnya kesalahan dimulai. Pusat gempa adalah lokasi tepat di atas hiposenter pada permukaan bumi.
Tanah terbesar di dunia adalah Pegunungan Himalaya-Karakoram. Ini berisi 96 dari 109 puncak dunia lebih dari 7.317 m (24.000 ft). Rentang terpanjang adalah pegunungan Andes Amerika Selatan yang 7.564 km (4.700 mil) panjangnya. Kedua diciptakan pergerakan lempeng tektonik bythe.
Hal ini diperkirakan terdapat 500.000 gempa bumi terdeteksi di dunia setiap tahun. 100.000 tersebut bisa dirasakan, dan 100 di antaranya menyebabkan kerusakan.
Diperkirakan bahwa lebih banyak kerusakan dilakukan oleh api yang dihasilkan setelah gempa bumi San Francisco 1906 daripada akibat gempa itu sendiri.
Sebuah seiche (SAYSH diucapkan) adalah apa yang terjadi di kolam renang dari California selama dan setelah gempa bumi. Ini adalah "sebuah gelombang osilasi internal dalam tubuh air" atau, dengan kata lain, itu adalah tumpah air di kolam renang Anda, atau badan air, tanah yang disebabkan oleh gempa bumi bergetar. Ini mungkin berlangsung beberapa saat atau jam, lama setelah gaya pembangkit hilang. seiche A juga bisa disebabkan oleh angin atau pasang surut.
Setiap tahun wilayah California selatan memiliki sekitar 10.000 gempa bumi. Kebanyakan dari mereka adalah sangat kecil bahwa mereka tidak merasa. Hanya beberapa ratus yang lebih besar dari magnitudo 3,0, dan hanya sekitar 15-20 yang lebih besar dari magnitudo 4,0. Jika ada gempa besar, bagaimanapun, urutan gempa susulan akan menghasilkan banyak gempa bumi lebih dari semua besaran selama berbulan-bulan.
Besarnya gempa bumi adalah nilai diukur dari ukuran gempa. besarnya adalah sama di mana pun Anda berada, atau seberapa kuat atau lemah yang gemetar di berbagai lokasi. Intensitas gempa adalah ukuran dari goncangan yang diciptakan oleh gempa, dan nilai ini tidak berbeda dengan lokasi.
Kisaran Wasatch, dengan area ski yang luar biasa, berjalan Utara-Selatan melalui Utah, dan seperti gunung semua kisaran itu dihasilkan oleh serangkaian gempa bumi. 386 km (240 mil)-panjang Wasatch Fault terdiri dari beberapa segmen, masing-masing mampu memproduksi sampai gempa M7.5. Selama 6.000 tahun terakhir, telah terjadi M6.5 + sekitar sekali setiap 350 tahun, dan sudah sekitar 350 tahun sejak gempa kuat terakhir, yang pada segmen Nefi.
Tidak ada hal seperti "cuaca gempa". Secara statistik, ada pemerataan gempa bumi dalam cuaca dingin, cuaca panas, cuaca hujan, dll Selain itu, tidak ada cara fisik yang cuaca bisa mempengaruhi kekuatan beberapa mil di bawah permukaan bumi. Perubahan tekanan udara di atmosfer sangat kecil dibandingkan dengan kekuatan di kerak bumi, dan efek dari tekanan udara tidak mencapai di bawah tanah.
Dari 1975-1995 hanya ada empat negara yang tidak memiliki gempa bumi. Mereka adalah: Florida, Iowa, North Dakota, dan Wisconsin.
Inti bumi adalah elemen struktur pertama internal diidentifikasi. Pada 1906 RD Oldham menemukannya dari penelitiannya terhadap gempa. Inti bagian dalam solid, dan inti luar cair dan begitu juga tidak mengirimkan energi gelombang geser dilepaskan selama gempa bumi.
Kolam renang di University of Arizona di Tucson kehilangan air dari tumpah (seiche) yang disebabkan oleh M8.1 1985 Michoacan, Mexico gempa 2000 km (1.240 mil).
Gempa bumi terjadi di bagian tengah Amerika Serikat juga! Beberapa gempa bumi sangat kuat terjadi di sepanjang sesar Madrid Baru di Lembah Mississippi pada 1811-1812. Karena struktur kerak di Amerika Tengah yang efisien energi seismik merambat, gemetar dari gempa bumi di bagian negara tersebut dirasakan pada jarak yang jauh lebih besar dari epicenters dari gempa ukuran hampir sama di Amerika Serikat Barat.
Kebanyakan gempa bumi terjadi pada kedalaman kurang dari 80 km (50 mil) dari permukaan bumi.
Kesalahan San Andreas TIDAK kesalahan, tunggal terus menerus, melainkan sebenarnya adalah zona sesar terdiri dari banyak segmen. Gerakan mungkin terjadi di sepanjang salah satu dari banyak segmen sesar sepanjang zona setiap saat. Sistem sesar San Andreas lebih yang 1300 km (800 mil), dan di beberapa tempat adalah sebanyak 16 km (10 mil) dalam.
Gempa paling mematikan di dunia yang tercatat terjadi pada tahun 1556 di Cina tengah. Ini melanda daerah dimana kebanyakan orang tinggal di gua-gua diukir dari batuan lunak. Rumah ini runtuh saat gempa, membunuh seorang 830.000 orang diperkirakan. Pada tahun 1976 gempa mematikan lainnya melanda di Tangshan, Cina, di mana lebih dari 250.000 orang tewas.
Florida dan North Dakota memiliki jumlah terkecil gempa bumi di Amerika Serikat.
Gempa bumi terdalam biasanya terjadi di batas lempeng mana Bumi "kerak sedang subduksi ke dalam mantel bumi. Ini terjadi sebagai sedalam 750 km (400 mil) di bawah permukaan.
Alaska adalah negara yang paling rawan gempa dan salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Alaska mengalami gempa bumi berkekuatan 7 hampir setiap tahun, dan besarnya 8 atau lebih besar gempa rata-rata setiap 14 tahun.
Sebagian besar gempa bumi dan letusan gunung berapi terjadi di sepanjang batas lempeng seperti batas antara Lempeng Pasifik dan Amerika Utara piring. Salah satu batas lempeng yang paling aktif di mana gempa bumi dan letusan sering terjadi, misalnya, adalah sekitar Lempeng Pasifik besar sering disebut sebagai Cincin Api Pasifik.
Bukti paling awal tercatat gempa bumi telah dilacak kembali ke 1831 SM di provinsi Shandong Cina, tetapi ada catatan yang cukup lengkap mulai tahun 780 SM selama Dinasti Zhou di Cina.
Hal ini diakui sejak 350 SM oleh Aristoteles ilmuwan Yunani yang tanah lunak getar lebih dari hard rock dalam gempa bumi.
Penyebab gempa dinyatakan benar tahun 1760 oleh insinyur Inggris John Michell, salah seorang bapak pertama seismologi, dalam memoar mana ia menulis bahwa gempa bumi dan gelombang energi yang mereka buat disebabkan oleh "massa pergeseran mil di bawah batuan permukaan ".
Pada 1663 pemukim Eropa mengalami gempa pertama mereka di Amerika.
Manusia dapat mendeteksi suara dalam rentang frekuensi 20-20,000 Hz. Jika gelombang P dibiaskan keluar dari permukaan batu ke udara, dan memiliki frekuensi dalam kisaran terdengar, maka akan terdengar sebagai gemuruh. Sebagian besar gelombang gempa memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz, sehingga gelombang itu sendiri biasanya tidak didengar. Sebagian besar suara gemuruh terdengar saat terjadi gempa bumi adalah bangunan dan isinya bergerak.
Ketika terjadi gempa Chili pada tahun 1960, seismograf mencatat gelombang seismik yang melakukan perjalanan di seluruh bumi. Gelombang seismik ini mengguncang seluruh bumi untuk beberapa hari! Fenomena ini disebut osilasi bebas dari Bumi.
Interior Antartika telah icequakes yang, meskipun mereka jauh lebih kecil, yang mungkin lebih sering dari gempa bumi di Antartika. Para icequakes mirip dengan gempa bumi, tetapi terjadi dalam lapisan es itu sendiri, bukan dari tanah di bawah es. Beberapa pengamat kutub kami telah memberitahu kami bahwa mereka dapat mendengar icequakes dan melihat mereka di stasiun seismograph Kutub Selatan, tetapi mereka terlalu kecil untuk dilihat pada stasiun yang cukup untuk mendapatkan lokasi.
Sumber: http://earthquake.usgs.gov
Terjemahan : http://translate.google.co.id Baca selengkapnya ..
Label:
Gempa Bumi,
Tsunami Mentawai
13 March 2011
Video Rekaman Gempa dan Tsunami Jepang 2011
Daftar Gempa Terdahsyat dalam Sejarah Dunia hingga 2011
Gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,9 skala richter (SR) yang mengguncang gempa Jepang pada Jumat (11/3/2011) sore waktu Jepang adalah gempa terbesar yang pernah terjadi di negeri itu. Sementara untuk skala dunia, gempa itu adalah yang terbesar ke-7 dalam sejarah.
Berikut ini adalah gempa bumi terbesar dalam sejarah menurut website layanan survei geologi Amerika Serikat.
-9,5 SR terjadi di Cile pada 5 Mei 1960 di pantai selatan Cile menewaskan 1.600 orang dan 2 juta orang kehilangan rumah.
-9,2 SR terjadi di Alaska, AS pada 27 Maret 1964 menewaskan 128 orang dan kota terbesar di negara bagian itu, Kota Anchorage rusak parah.
-9,1 SR terjadi di Aceh, Indonesia pada 26 Desember 2004 menewaskan 220.000 orang dan merusak kawasan pantai negara-negara di Samudra India.
-9,0 SR terjadi di Rusia pada 4 November 1952 di wilayah pantai Semenanjung Kamchatka di timur jauh Rusia. Gempa itu menimbulkan gelombang tsunami di Pasifik.
-9,0 SR terjadi di Peru pada 13 Augustus 1868. Pelabuhan Arica yang kini menjadi bagian dari Cile dihantam gempa tersebut.
-9,0 SR terjadi di Amerika Utara pada 26 Januari 1700 merusak garis pantai sepanjang 1.000 kilometer akibat tsunami yang terjadi di Samudra Pasifik dan merusak desa-desa pinggir pantai di Jepang.
-8,9 SR terjadi di Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa tektonik di timur laut Jepang ini menimbulkan tsunami setinggi 10 meter yang merusak apa saja yang dilaluinya.
-8,8 SR terjadi di pantai Cile pada 27 Februari 2010 yang menimbulkan tsunami hingga menewaskan lebih dari 500 orang, sebagian besar yang tinggal di wilayah pantai Maule yang terletak 400 kilometer barat laut ibu kota Santiago.
-8,8 SR terjadi di Ekuador pada 31 Januari 1906 menghantam dan merusak wilayah pantai Ekuador dan Kolombia dan getarannya terasa sampai di San Francisco, AS.
-8,7 SR terjadi di Alaska pada 4 Februari 1965 dan merusak daerah Kepulauan Rat serta menimbulkan tsunami setinggi 10 meter.
-8,7 SR terjadi di Portugal pada 1 November 1755. Ibu kota Lisabon diguncang gempa saat banyak orang sedang berada di gereja. Seperempat dari penduduk kota itu tewas.
-8,7 SR terjadi di Cile pada 8 Juli 1730. Gempa itu menghantam Kota Valparaiso, 120 kilometer barat laut ibu kota Santiago. Gempa itu menimbulkan tsunami yang menghantam garis pantai sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. [AFP/A-21] Baca selengkapnya ..
Label:
Gempa Bumi,
News Update Padang,
Tsunami Mentawai
Gempa Jepang 8,9 SR dan Fenomena Supermoon
Gempa dahsyat di Jepang terjadi setelah muncul spekulasi tentang efek dari fenomena Supermoon. Supermoon adalah fenomena bulan terlihat sangat besar di langit karena berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi selama 18 tahun terakhir.
Sehari sebelum gempa Jepang terjadi, ada sebagian orang yang mencoba mengaitkan fenomena Supermoon dengan kemungkinan adanya 'kekacauan di bumi'. Teori konspirasi yang beredar di internet menyebutkan Supermoon bisa memicu kemunculan gelombang tinggi, gempa bumi, dan gunung meletus.
Seperti yang diberitakan thesun.co.uk, Sabtu (12/3/2011), pada tanggal 19 Maret bulan hanya berjarak 221.567 mil dari bumi dan peneliti amatir sudah memprediksikan munculnya kondisi ekstrim di bumi.
Blogger Daniel Vogler dalam tulisannya di AccuWeather mengungkapkan fakta kalau terakhir kali fenomena Supermoon muncul pada 10 Januari 2005, hampir 2 minggu setelah gempa dahsyat 9.0 SR yang meluluhlantakkan Aceh. "Jadi waspadalah, sesuatu yang 'besar' bisa terjadi saat-saat ini," ujar Vogler.
Supermoon terjadi pada tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005. Dan pada tahun-tahun itu kondisi cuaca sangat ekstrem.
Sementara itu, ahli lain tidak setuju kalau supermoon ada kaitannya dengan gempa Jepang. Prakirawan cuaca John Kettley mengatakan bulan tidak bisa menyebabkan aktivitas geologi, tetapi cuma gelombang tinggi.
"Jika gelombang tinggi dibarengi dengan cuaca buruk, paling-paling efeknya hanya terasa di daerah pesisir," terang Kettley.
Pengelola Pusat Internasional untuk Radio Astronomy, Pete Wheeler, menjelaskan tidak akan ada gempa atau gunung meletus jika memang sudah waktunya.
"Bumi hanya akan mengalami gelombang tinggi saat itu (Supermoon-red) terjadi," jelasnya.(gah/lh)
sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/03/12/140449/1590303/10/gempa-jepang-89-sr-dan-fenomena-supermoon Baca selengkapnya ..
23 November 2010
Situs Prediksi Gempa Menarik Perhatian Pejabat Istana
Para pakar menyebutkan hingga saat ini belum ada yang mampu memprediksi gempa, tapi beda dengan pengelola situs http://www.nextearthquake.com, yang justru memuat prediksi gempa yang akan terjadi ke depan.
Bahkan, situs itu memuat perkiraan skala gempa dan tanggal terjadinya gempa. Pengelolanya mengklaim tingkat akurasi sebesar 85 persen, dengan catatan, perkiraan terjadi bisa tiga hari sebelum atau tiga hari setelah tanggal prediksi yang mereka rilis.
Ada prediksi yang tepat dan ada pula yang meleset. Dicontohkannya saat gempa 30 September 2009 mengguncang Sumbar, mereka mengklaim telah meramalkan akan terjadi dua pekan sebelumnya. Sedangkan gempa di Mentawai 7,2 SR pada 25 Oktober lalu, mereka memprediksi terjadi gempa 6,9 SR pada 29 Oktober, namun gempa justru terjadi pada 25 Oktober.
"Prediksi gempa di sini memiliki dasar ilmiah yang kuat dan diperoleh melalui pemodelan matematika yang unik. Butuh sekitar empat tahun untuk mengembangkan dan merupakan kekayaan intelektual Dr Reg Roberts. Pada waktunya penulis akan mempublikasikan metodologinya," tulis situs yang didirikan tahun 2007 itu.
Penulis Reg Roberts, katanya memiliki gelar PhD di Entomologi dari University of Illinois (1962) dan DIC (Diploma Imperial College, London, 1972). Sebelum pensiun, ia adalah seorang Principal Research Scientist di CSIRO Australia.
Sejak awal tahun 2005, ia telah menerapkan keahlian ini untuk mempelajari ekologi dan dinamika gempa bumi di sekitar Pasifik, Karibia, daerah Mediterania, dan bagian Eropa serta Asia.
Meskipun begitu, pengelola situs mengingatkan bahwa prediksi dan prakiraan jangka panjang yang diberikan itu sekadar itikad baik mereka untuk mengingatkan. Prediksi yang dimuat untuk potensi gempa yang terjadi di dunia, termasuk Sumatera.
"Namun penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaannya, baik secara langsung, tidak langsung, atau tersirat. Setiap orang atau organisasi yang menggunakan prediksi gempa ini atau ramalan untuk tujuan apapun, melakukannya atas risiko sendiri," tulisnya.
Munculnya situs itu, ternyata juga menarik perhatian pejabat lingkar Istana Negara. Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, misalnya. Dia tampaknya tertarik dengan temuan situs tersebut.
Bahkan informasi yang disampaikannya lewat pesan twitternya, Senin (22/11/2010), mendapat tanggapan beragam dari masyarakat (tweeps). "Untuk dipelajari, rasanya tidak ada salahnya," kata Andi Arief, menanggapi respons seorang tweeps.
Di sisi lain, dia pun sempat menyarankan untuk untuk mengikuti update situs itu, sekadar menambah pengetahuan dan kewaspadaan.
"Untuk pengetahuan dan kewaspadaan disarankan ikuti @WARNINGGEMPA," katanya seraya memberikan nama tweeps yang mengupdate info prediksi gempa http://www.nextearthquake.com. "Kalau diperhatikan, itu (situs) digarap para ahli yg tekun dan sistematis," tambah Andi.(*) Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
21 November 2010
Ternyata, Kota Padang juga Terkena Tsunami Mentawai
Tsunami yang menyapu Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober lalu dan menewaskan lebih 500 warga setempat, ternyata juga sampai ke Kota Padang.
"Tsunami mencapai Kota Padang setinggi 40 cm, pulau Enggano 40 cm, dan Nias 60 cm. Persis seperti versi BMKG," ungkap Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, usai menghadiri ekspos Tim Survey Tsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) yang baru saja pulang melakukan penelitian pasca tsunami Mentawai, Jumat (19/11/2010) di Jakarta.
Dari hasil penelitian itu, para pakar juga mengungkapkan banyaknya jatuh korban jiwa karena masyarakat menganggap gempa yang saat itu pelan, tidak akan diikuti tsunami. Gempa tidak berguncang signifikan, sehingga masyarakat kembali masuk ke rumah. Lalu tidak berapa lama kemudian, terkejut tiba-tiba datang tsunami.
"Jadi, tsunami gempa Mentawai 7,2 SR di Pagai itu di luar perkiraan masyarakat. Gempa terasa pelan dan lama, membuat sebagian ragu lari ke bukit," jelas Andi Arief.
Padahal, kata Andi Arief, gempa yang terasa pelan berayun itu ternyata diikuti suara bunyi jet (pesawat) sebagai tanda tsunami datang. "(Tinggi tsunami) bervariasi, dari 8 meter sampai 14 meter," katanya.
Sebelum ini, para peneliti juga mengakui dalam simulasi mereka, tidak ditemukan adanya gempa pelan bisa menimbulkan tsunami setinggi hingga 14 meter. Artinya, peristiwa di Mentawai katanya jadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada jika datang gempa.
"Gempa walaupun terasa pelan seperti ayunan, jika terjadi lebih dari 60 detik, maka gempa itu sama dengan di atas 8 SR, potensi tsunami," bebernya.
Sebagaimana diketahui pada awal November lalu, para pakar gempa dan tsunami dari LIPI dan EOS difasilitasi Kantor Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana dan Bantuan Sosial melakukan penelitian di Mentawai.
Para pakar yang berangkat adalah DR Danny Hilman, Ir Bambang Widyoko, M.SC, dan DR Eko Yulianto dari LIPI, Prof Kerry Siech (Singapura), DR.Jose Borrero (Amerika), DR Herman Fritz (Amerika), DR Li Lin-Lin (Singapura), Mr Qiu Qiang (NTU Singapura), Mr Tius (ITB), DR Nishimura (Jepang), dan Prof DR Kenzi Shitake (Jepang).(*) Baca selengkapnya ..
"Tsunami mencapai Kota Padang setinggi 40 cm, pulau Enggano 40 cm, dan Nias 60 cm. Persis seperti versi BMKG," ungkap Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, usai menghadiri ekspos Tim Survey Tsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) yang baru saja pulang melakukan penelitian pasca tsunami Mentawai, Jumat (19/11/2010) di Jakarta.
Dari hasil penelitian itu, para pakar juga mengungkapkan banyaknya jatuh korban jiwa karena masyarakat menganggap gempa yang saat itu pelan, tidak akan diikuti tsunami. Gempa tidak berguncang signifikan, sehingga masyarakat kembali masuk ke rumah. Lalu tidak berapa lama kemudian, terkejut tiba-tiba datang tsunami.
"Jadi, tsunami gempa Mentawai 7,2 SR di Pagai itu di luar perkiraan masyarakat. Gempa terasa pelan dan lama, membuat sebagian ragu lari ke bukit," jelas Andi Arief.
Padahal, kata Andi Arief, gempa yang terasa pelan berayun itu ternyata diikuti suara bunyi jet (pesawat) sebagai tanda tsunami datang. "(Tinggi tsunami) bervariasi, dari 8 meter sampai 14 meter," katanya.
Sebelum ini, para peneliti juga mengakui dalam simulasi mereka, tidak ditemukan adanya gempa pelan bisa menimbulkan tsunami setinggi hingga 14 meter. Artinya, peristiwa di Mentawai katanya jadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada jika datang gempa.
"Gempa walaupun terasa pelan seperti ayunan, jika terjadi lebih dari 60 detik, maka gempa itu sama dengan di atas 8 SR, potensi tsunami," bebernya.
Sebagaimana diketahui pada awal November lalu, para pakar gempa dan tsunami dari LIPI dan EOS difasilitasi Kantor Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana dan Bantuan Sosial melakukan penelitian di Mentawai.
Para pakar yang berangkat adalah DR Danny Hilman, Ir Bambang Widyoko, M.SC, dan DR Eko Yulianto dari LIPI, Prof Kerry Siech (Singapura), DR.Jose Borrero (Amerika), DR Herman Fritz (Amerika), DR Li Lin-Lin (Singapura), Mr Qiu Qiang (NTU Singapura), Mr Tius (ITB), DR Nishimura (Jepang), dan Prof DR Kenzi Shitake (Jepang).(*) Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
27 October 2010
BMKG Bantah Isu Akan Terjadi Gempa dan Tsunami Malam Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah informasi yang beredar di tengah masyarakat melalui SMS, yang menyebutkan akan ada gempa bumi di Jakarta 26 Oktober 2010.
SMS yang beredar yang mengatasnamakan pegawai BMKG dan media itu menyatakan gempa di Jakarta akan terjadi malam ini.
"Kami menyatakan isu tersebut tidak benar dan menyesatkan. Tidak ada pegawai BMKG yang pernah menyatakan akan terjadinya suatu gempa bumi besar ke depan dan tidak akan pernah. Sebab, gempa bumi saat ini belum bisa diprediksi kapan akan terjadi," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG DR. PJ. Prih Harjadi. Dia meminta masyarakat waspada dan tidak perlu menanggapi isu-isu semacam itu.(*)
source: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
SMS yang beredar yang mengatasnamakan pegawai BMKG dan media itu menyatakan gempa di Jakarta akan terjadi malam ini.
"Kami menyatakan isu tersebut tidak benar dan menyesatkan. Tidak ada pegawai BMKG yang pernah menyatakan akan terjadinya suatu gempa bumi besar ke depan dan tidak akan pernah. Sebab, gempa bumi saat ini belum bisa diprediksi kapan akan terjadi," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG DR. PJ. Prih Harjadi. Dia meminta masyarakat waspada dan tidak perlu menanggapi isu-isu semacam itu.(*)
source: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
Tsunami Mentawai, Jumlah Korban Tewas jadi 112 Orang
Hingga pukul 22.00 WIB malam ini, jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami yang menyapu Mentawai pada Senin (25/10/2010) malam telah mencapai 112 orang.
Hal itu diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief setelah mendapatkan laporan dari Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendri Dori Satoko.
"Dusun Monte habis (rata dengan tanah). Jumlah korban di dusun tersebut belum diketahui," katanya melalui pesan twitter.
Sedangkan dari Bupati Mentawai Edison Saleleubaja, katanya 103 orang tewas, 150 hilang, dan 15 dusun belum terpantau.
Saat ini, katanya, pemerintah bersama pemerintah daerah Sumbar akan menyiapkan kapal-kapal kecil agar bisa bersandar ke pulau-pulau di Mentawai untuk distribusi logistik dan melakukan pencarian korban yang hilang.
Untuk persiapan itu, malam ini tengah digelar rapat Gubernur, Danrem, Wakapolda, Kepala BPBD, BNPB, PMI, Bupati Mentawai, Depsos, AL, dan Dirjen Kesehatan.(*)
source: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Hal itu diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief setelah mendapatkan laporan dari Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendri Dori Satoko.
"Dusun Monte habis (rata dengan tanah). Jumlah korban di dusun tersebut belum diketahui," katanya melalui pesan twitter.
Sedangkan dari Bupati Mentawai Edison Saleleubaja, katanya 103 orang tewas, 150 hilang, dan 15 dusun belum terpantau.
Saat ini, katanya, pemerintah bersama pemerintah daerah Sumbar akan menyiapkan kapal-kapal kecil agar bisa bersandar ke pulau-pulau di Mentawai untuk distribusi logistik dan melakukan pencarian korban yang hilang.
Untuk persiapan itu, malam ini tengah digelar rapat Gubernur, Danrem, Wakapolda, Kepala BPBD, BNPB, PMI, Bupati Mentawai, Depsos, AL, dan Dirjen Kesehatan.(*)
source: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
Missing Australians Found Alive After Indonesian Tsunami
NINE Australians missing for almost 24 hours after a powerful earthquake triggered a deadly tsunami in Indonesia's west are safe and well.
The 7.7-magnitude quake struck near the remote Mentawai Island chain on Monday night, generating massive waves that swept ashore, killing at least 23 people and washing away hundreds of homes.
Disaster management officials in Jakarta on Tuesday put the number of missing at 167 but local officials said it was 380.
Nine Australians and a Japanese man were in the area aboard surf charter boat MV Southern Cross when the quake struck.
Fears had been growing for the vessel, skippered by Australian Chris Scurrah and Japanese Akinori Fujita.
But the men finally made contact with their Padang-based company Sumatran Surfariis (Surfariis) on Tuesday night.
"They are now safe, they have been found," staff member Yuli Rahmi told AAP.
"They only lost their phone signal, they didn't even feel any tsunami."
The men were now on land on the island of South Pagai, Ms Rahmi said.
The other Australian men on the Southern Cross journey were Clifford Humphries, Gary Mountford, Christopher Papallo, Alexander McTaggart, Neil Cox, Jeffrey Annesley, Stephen Reynolds and Colin Steele.
Earlier, humanitarian organisation SurfAid International had been coordinating a search for the vessel.
It's believed villages on the islands of Sipora, North Pagai and South Pagai have all been affected by the tsunami.
One official said ten villages had been "swept away".
With bad weather hampering rescue efforts the death toll was expected to rise overnight.
The quake, which was followed by several powerful aftershocks, also shook Padang, sending panicked residents into the streets.
Indonesia sits on the so-called Pacific Ring of Fire and is very prone to earthquakes and volcanic activity.
More than 1100 people were killed when a powerful quake hit near Padang last year.
In 2004 a tsunami caused by a magnitude-9 earthquake off Sumatra killed an estimated 230,000 people.
source: dailytelegraph Baca selengkapnya ..
The 7.7-magnitude quake struck near the remote Mentawai Island chain on Monday night, generating massive waves that swept ashore, killing at least 23 people and washing away hundreds of homes.
Disaster management officials in Jakarta on Tuesday put the number of missing at 167 but local officials said it was 380.
Nine Australians and a Japanese man were in the area aboard surf charter boat MV Southern Cross when the quake struck.
Fears had been growing for the vessel, skippered by Australian Chris Scurrah and Japanese Akinori Fujita.
But the men finally made contact with their Padang-based company Sumatran Surfariis (Surfariis) on Tuesday night.
"They are now safe, they have been found," staff member Yuli Rahmi told AAP.
"They only lost their phone signal, they didn't even feel any tsunami."
The men were now on land on the island of South Pagai, Ms Rahmi said.
The other Australian men on the Southern Cross journey were Clifford Humphries, Gary Mountford, Christopher Papallo, Alexander McTaggart, Neil Cox, Jeffrey Annesley, Stephen Reynolds and Colin Steele.
Earlier, humanitarian organisation SurfAid International had been coordinating a search for the vessel.
It's believed villages on the islands of Sipora, North Pagai and South Pagai have all been affected by the tsunami.
One official said ten villages had been "swept away".
With bad weather hampering rescue efforts the death toll was expected to rise overnight.
The quake, which was followed by several powerful aftershocks, also shook Padang, sending panicked residents into the streets.
Indonesia sits on the so-called Pacific Ring of Fire and is very prone to earthquakes and volcanic activity.
More than 1100 people were killed when a powerful quake hit near Padang last year.
In 2004 a tsunami caused by a magnitude-9 earthquake off Sumatra killed an estimated 230,000 people.
source: dailytelegraph Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
Mentawai Tsunami Kills 113
A TSUNAMI that pounded several islands in western Indonesia killed at least 113 people and scores more are missing.
A 7.7-magnitude earthquake triggered the three-metre wave that washed hundreds of homes into the sea yesterday.
Rescuers were having a hard time reaching the Mentawai islands, closest to the epicentre, yesterday because of strong winds and rough seas.
But reports of damage and injuries were steadily climbing.
Mujiharto, who heads the Health Ministry's crisis centre, said 113 bodies have been recovered so far. The number of missing was between 150 and 500.
Source: AP Baca selengkapnya ..
A 7.7-magnitude earthquake triggered the three-metre wave that washed hundreds of homes into the sea yesterday.
Rescuers were having a hard time reaching the Mentawai islands, closest to the epicentre, yesterday because of strong winds and rough seas.
But reports of damage and injuries were steadily climbing.
Mujiharto, who heads the Health Ministry's crisis centre, said 113 bodies have been recovered so far. The number of missing was between 150 and 500.
Source: AP Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
Tsunami Hits Aussie Tourist boat in Indonesia, at Least Nine Missing
CONFUSION surrounds reports that the nine Australians missing after a tsunami off Indonesia have been found.
The head of the National Disaster Mitigation Agency in West Sumatra told Indonesian news wire Detik.com the Australians on surf charter boat the Southern Cross "were not missing but had lost contact''.
The Herald Sun reported him as saying: "There are no westerners who have died or are injured, they are all safe''.
"I haven't seen them with my own eyes but I have been told they are alive.''
The tsunami that pounded several islands in western Indonesia killed at least 113 people and scores more are missing.
A 7.7-magnitude earthquake triggered the three-metre wave that washed hundreds of homes into the sea late on Monday.
Rescuers were having a hard time reaching the Mentawai islands, closest to the epicentre, last night because of strong winds and rough seas.
But reports of damage and injuries were steadily climbing.
Mujiharto, who heads the Health Ministry's crisis centre, said 113 bodies have been recovered so far. The number of missing was between 150 and 500.
The missing boat carrying Australians was skippered by Melbourne man Chris Scurrah. The eight passengers from Sydney's northern beaches are Clifford Humphries, Gary Mountford, Christopher Papallo, Alexander McTaggart, Neil Cox, Jeffrey Annesley, Stephen Reynolds and Colin Steell.
The Sumatran Surfarii's charter boat company said it had not been able to contact the Southern Cross since the quake hit Kepulauan Mentawai, off Sumatra's west, at 9.42pm yesterday (1.42am AEDT today).
Chris Scurrah was one of the first heroes to help rescue victims of the devastating 2004 Indonesian tsunami. He was among the nine Australians missing after an undersea earthquake triggered a tsunami in Indonesia's west.
Mr Scurrah, 35, was skippering a charter boat, carrying 10 people, when it went missing after the 7.7-magnitude quake hit the Mentawai Islands, west of Sumatra, late on Monday night.
Authorities had failed to make contact with the boat for more than 21 hours after the earthquake struck.
Rescuers had been deployed to the area where the boat, called Southern Cross and owned by Mr Scurrah's company Sumatran Surfaris, went missing as it was confirmed at least two people had been killed on Sipora Island, about 50km from where the Southern Cross was believed to be.
"Two dead bodies have been found in Sipora Island. Several people are still missing in Bosua village and we are searching for them," Health Ministry Crisis Centre head Mudjiharto said.
Waves up to 3m high had hit South Pagai Island. "Eighty per cent of buildings in Muntei village have been damaged by the waves and many people are missing there," he said.
Medical personnel were on their way to the hardest-hit areas.
Surfaid's Mentawa Islands Program Manager Tom Plummer said the boat was believed to have been close to the quake's epicentre.
Following the 2005 tsunami, Mr Scurrah, formerly of Melbourne, helped lead a team of Australian volunteers, charity workers and surfers caring for those affected.
Last night, Chris Scurrah's father, Hal Scurrah, said he hoped to have contact with his son soon. "My feeling is that he's possibly out of range, and hopefully he's all well," he said. "I keep watching news, and I keep trying to text him or contact him on Facebook. He'll have a laptop with him."
Mr Plummer said he was also hearing reports of tsunami damage to local villages but casualty numbers were unclear.
SurfAid founder Dave Jenkins said there had been a "significant tsunami" on the west of the archipelago's southernmost islands.
"We have unconfirmed reports of people being swept away and missing," Dr Jenkins said. "There's definitely been damage."
He said SurfAid was trying to charter a plane to search the area for the missing boat.
The hardest hit villages are believed to be Malakopak and Sinakak on the island of South Pagai, local Disaster Management Office Chief Joskamtir said.
The Department of Foreign Affairs and Trade said it was aware of a number of Australians currently in the Mentawai area.
"The Australian Embassy in Jakarta has confirmed with local authorities and tourist operators in the affected area that they are not aware of any reports to indicate that Australians have been injured as a result of the earthquake," it said.
Another nine Australians, who were among a group of surfers on another charter boat, were forced to jump from their boat when a 3m-high wave forced another boat into their craft, causing an explosion. Some of the surfers were swept inland by the wave and sheltered in high trees until they were able to be rescued by another boat.
source: news.com.au Baca selengkapnya ..
The head of the National Disaster Mitigation Agency in West Sumatra told Indonesian news wire Detik.com the Australians on surf charter boat the Southern Cross "were not missing but had lost contact''.
The Herald Sun reported him as saying: "There are no westerners who have died or are injured, they are all safe''.
"I haven't seen them with my own eyes but I have been told they are alive.''
The tsunami that pounded several islands in western Indonesia killed at least 113 people and scores more are missing.
A 7.7-magnitude earthquake triggered the three-metre wave that washed hundreds of homes into the sea late on Monday.
Rescuers were having a hard time reaching the Mentawai islands, closest to the epicentre, last night because of strong winds and rough seas.
But reports of damage and injuries were steadily climbing.
Mujiharto, who heads the Health Ministry's crisis centre, said 113 bodies have been recovered so far. The number of missing was between 150 and 500.
The missing boat carrying Australians was skippered by Melbourne man Chris Scurrah. The eight passengers from Sydney's northern beaches are Clifford Humphries, Gary Mountford, Christopher Papallo, Alexander McTaggart, Neil Cox, Jeffrey Annesley, Stephen Reynolds and Colin Steell.
The Sumatran Surfarii's charter boat company said it had not been able to contact the Southern Cross since the quake hit Kepulauan Mentawai, off Sumatra's west, at 9.42pm yesterday (1.42am AEDT today).
Chris Scurrah was one of the first heroes to help rescue victims of the devastating 2004 Indonesian tsunami. He was among the nine Australians missing after an undersea earthquake triggered a tsunami in Indonesia's west.
Mr Scurrah, 35, was skippering a charter boat, carrying 10 people, when it went missing after the 7.7-magnitude quake hit the Mentawai Islands, west of Sumatra, late on Monday night.
Authorities had failed to make contact with the boat for more than 21 hours after the earthquake struck.
Rescuers had been deployed to the area where the boat, called Southern Cross and owned by Mr Scurrah's company Sumatran Surfaris, went missing as it was confirmed at least two people had been killed on Sipora Island, about 50km from where the Southern Cross was believed to be.
"Two dead bodies have been found in Sipora Island. Several people are still missing in Bosua village and we are searching for them," Health Ministry Crisis Centre head Mudjiharto said.
Waves up to 3m high had hit South Pagai Island. "Eighty per cent of buildings in Muntei village have been damaged by the waves and many people are missing there," he said.
Medical personnel were on their way to the hardest-hit areas.
Surfaid's Mentawa Islands Program Manager Tom Plummer said the boat was believed to have been close to the quake's epicentre.
Following the 2005 tsunami, Mr Scurrah, formerly of Melbourne, helped lead a team of Australian volunteers, charity workers and surfers caring for those affected.
Last night, Chris Scurrah's father, Hal Scurrah, said he hoped to have contact with his son soon. "My feeling is that he's possibly out of range, and hopefully he's all well," he said. "I keep watching news, and I keep trying to text him or contact him on Facebook. He'll have a laptop with him."
Mr Plummer said he was also hearing reports of tsunami damage to local villages but casualty numbers were unclear.
SurfAid founder Dave Jenkins said there had been a "significant tsunami" on the west of the archipelago's southernmost islands.
"We have unconfirmed reports of people being swept away and missing," Dr Jenkins said. "There's definitely been damage."
He said SurfAid was trying to charter a plane to search the area for the missing boat.
The hardest hit villages are believed to be Malakopak and Sinakak on the island of South Pagai, local Disaster Management Office Chief Joskamtir said.
The Department of Foreign Affairs and Trade said it was aware of a number of Australians currently in the Mentawai area.
"The Australian Embassy in Jakarta has confirmed with local authorities and tourist operators in the affected area that they are not aware of any reports to indicate that Australians have been injured as a result of the earthquake," it said.
Another nine Australians, who were among a group of surfers on another charter boat, were forced to jump from their boat when a 3m-high wave forced another boat into their craft, causing an explosion. Some of the surfers were swept inland by the wave and sheltered in high trees until they were able to be rescued by another boat.
source: news.com.au Baca selengkapnya ..
Label:
Tsunami Mentawai
Subscribe to:
Posts (Atom)




