Created by: Ariz P/ Padang TV
Baca selengkapnya ..
03 October 2010
Video Dahsyatnya Gempa 30 September 2009 di Padang
Label:
Kumpulan Video
02 October 2010
Nestle Ajari Kaum Ibu di Kota Padang Hidup Sehat
Untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat sesuai dengan misinya, nestle gelar berbagai acara yang bertemakan, “Nikmati Hidup Sehat Bersama Nestle”. Untuk Kota Padang sendiri kegiatan ini di Launcing, Jum’at (1/10/2010) di SJS Swalayan di Jalan Jhoni Anwar, Padang.
Menurut Head Manager Nestle Padang Yanhendrika, tujuan kegiatan yang akan berlansung dari 1 Oktober hingga 14 november mendatang ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat Padang khususnya para Ibu. Terkait mengenai cara hidup sehat.
Dalam kegiatan ini akan disuguhkan fasilitas-fasilitas yang mencerminkan hidup sehat. Fasilitas ini dibagi dalam 3 zona, yaitu zona pemberian nutrisi, di sini pengunjung akan dijelaskan soal mengkonsumsi nutrisi yang tepat. Para ibu akan bisa berkonsultasi langsung dengan pakar nutrisi.
Sedangkan 2 zona lainya adalah zona berolah raga dan relaksasi. Pada zona ini pengunjung akan diberikan edukasi bagaimana cara berolah raga yang baik agar menghasilkan tubuh yang bugar. Pada zona ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas oleh raga untuk anak.
Pada zona terakhir relakasi keluarga dapat merasakan refleksi pijat dan mendengarkan alunan musik sambil menikmati produk-produk nestle.
“Untuk itu kita berharap warga padang khususnya ibu-ibu bisa ikut berpartisipasi dengan kegiatan yag digelar nestle ini, tentunya dengan cara datang ke SJS Plasza di Jalan Jhoni Anwar. Mengingat banyaknya pengetahuan yang akan dapat dipetik dari sini, nantinya ibu-ibu yang datang dengan keluarga tidak akan rugi,” jelas Yanhendrika.
Sementara itu Store Manager SJS Swalayan Padang, Yudi Hendriko menyambut baik kegiatan ini, mengingat banyaknya manfaat yang akan didapatkan bagi pelanggan SJS nantinya.
“Kami juga ingin memberikan kehidupan yang lebih sehat kepada masyarakat melalui produk-produk makanan dan minuman yang kami jual. Dengan adanya produk-produk bernutrisi dari nestle dan kegiatan yang memberikan informasi mengenai hidup sehat, kami yakin masyarakat dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menikmati kehidupan yang berkualitas,” papar Yudi. Untuk acara ini akan diadakan serentak di 40 kota Indonesia. (*) Baca selengkapnya ..
Menurut Head Manager Nestle Padang Yanhendrika, tujuan kegiatan yang akan berlansung dari 1 Oktober hingga 14 november mendatang ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat Padang khususnya para Ibu. Terkait mengenai cara hidup sehat.
Dalam kegiatan ini akan disuguhkan fasilitas-fasilitas yang mencerminkan hidup sehat. Fasilitas ini dibagi dalam 3 zona, yaitu zona pemberian nutrisi, di sini pengunjung akan dijelaskan soal mengkonsumsi nutrisi yang tepat. Para ibu akan bisa berkonsultasi langsung dengan pakar nutrisi.
Sedangkan 2 zona lainya adalah zona berolah raga dan relaksasi. Pada zona ini pengunjung akan diberikan edukasi bagaimana cara berolah raga yang baik agar menghasilkan tubuh yang bugar. Pada zona ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas oleh raga untuk anak.
Pada zona terakhir relakasi keluarga dapat merasakan refleksi pijat dan mendengarkan alunan musik sambil menikmati produk-produk nestle.
“Untuk itu kita berharap warga padang khususnya ibu-ibu bisa ikut berpartisipasi dengan kegiatan yag digelar nestle ini, tentunya dengan cara datang ke SJS Plasza di Jalan Jhoni Anwar. Mengingat banyaknya pengetahuan yang akan dapat dipetik dari sini, nantinya ibu-ibu yang datang dengan keluarga tidak akan rugi,” jelas Yanhendrika.
Sementara itu Store Manager SJS Swalayan Padang, Yudi Hendriko menyambut baik kegiatan ini, mengingat banyaknya manfaat yang akan didapatkan bagi pelanggan SJS nantinya.
“Kami juga ingin memberikan kehidupan yang lebih sehat kepada masyarakat melalui produk-produk makanan dan minuman yang kami jual. Dengan adanya produk-produk bernutrisi dari nestle dan kegiatan yang memberikan informasi mengenai hidup sehat, kami yakin masyarakat dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menikmati kehidupan yang berkualitas,” papar Yudi. Untuk acara ini akan diadakan serentak di 40 kota Indonesia. (*) Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
Masyarakat Singapura Bangun Puskesmas di Padangpariaman
Masyarakat Singapura memberikan bantuan sebesar Rp1,6 miliar untuk pembangunan 2 unit Puskesmas pembantu (Pustu) di Korong Alahan Tabek dan Korong Koto Hilalang Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman.
Kedua pustu tersebut, Sabtu (2/10/2010) dimulai pembangunannya. Ditandai peletakan batu pertama pembangunan yang difasilitasi Mercy Relief dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M).
Hadir pada kesempatan itu, Kadinkes dr Lazuardi MKes mewakili Pemkab Padangpariaman, Perwakilan dari Mercy Relief Abdul Wahab, Ketua LP2M Dian Berta, muspika, dan masyarakat setempat.
Ketua LP2M Dian Berta berharap, pembangunan kedua unit pustu itu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat, sehingga seluruh kegiatan pembangunan berjalan lancar.
Kadinkes Padangpariaman dr Lazuardi MKes pada kesempatan itu menyampaikan ungkapan terimakasihnya atas sumbangan yang diberikan masyarakat Singapura." Semoga, melalui sarana dan prasarana kesehatan yang memadai ini, masyarakat ke depan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik," katanya.(b)
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Kedua pustu tersebut, Sabtu (2/10/2010) dimulai pembangunannya. Ditandai peletakan batu pertama pembangunan yang difasilitasi Mercy Relief dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M).
Hadir pada kesempatan itu, Kadinkes dr Lazuardi MKes mewakili Pemkab Padangpariaman, Perwakilan dari Mercy Relief Abdul Wahab, Ketua LP2M Dian Berta, muspika, dan masyarakat setempat.
Ketua LP2M Dian Berta berharap, pembangunan kedua unit pustu itu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat, sehingga seluruh kegiatan pembangunan berjalan lancar.
Kadinkes Padangpariaman dr Lazuardi MKes pada kesempatan itu menyampaikan ungkapan terimakasihnya atas sumbangan yang diberikan masyarakat Singapura." Semoga, melalui sarana dan prasarana kesehatan yang memadai ini, masyarakat ke depan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik," katanya.(b)
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
01 October 2010
JICS Jepang Bangun Kembali SMP 25 dan SMP 7 Padang
Bahagia menghampiri segenap siswa-siswi dan guru SMP 25 dan SMP 7 Padang. Dua sekolah yang hancur akibat gempa 30 September 2009 silam itu kini dibangun kembali dengan dana bantuan dari JICS Jepang.
Acara peletakan batu pertama pembangunan 2 SMP yang sama-sama terletak di Jalan Belanti Lolong ini berlangsung Jum’at (1/10/2010).
Hadir dalam Acara peletakan batu pertama ini Direktur JICS Kajiro Siojiri, Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB), Bakrie Beck, Sekda Provinsi Mahmuda Rivai dan Walikota Padang Fauzi Bahar.
Dalam kata sambutanya Kajiro Siojiri mengatakan, agar bantuan yang dipersembahkan oleh JICS ini bisa bermanfaat terutama meringankan beban pemerintah. Dia mengatakan bahwa dengan bantuan ini menandakan bahwa Indonesia dan Jepang mempunyai hubungan yang baik.
Dua sekolah itu akan mulai dikerjakan awal Oktober ini, akan dibangun tahan gempa. “Bangunan sekolah ini bisa juga digunakan sebagai tempat evakuasi bagi warga setempat jika bencana datang,” jelas Kajiro.
Walikota Padang, Fauzi Bahar mengucapkan terima kasih kepada JICS atas kemurahannya dalam meringankan beban pemerintah.
Fauzi mengatakan, dengan dibangunnya dua sekolah ini berarti sudah ada lima sekolah yang telah di bantu pembangunannya dari bantuan luar. Sementara itu untuk sekolah lain yang rusak yang belum tersentuh berjumlah sekitar 100 sekolah lagi. (*)
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Acara peletakan batu pertama pembangunan 2 SMP yang sama-sama terletak di Jalan Belanti Lolong ini berlangsung Jum’at (1/10/2010).
Hadir dalam Acara peletakan batu pertama ini Direktur JICS Kajiro Siojiri, Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB), Bakrie Beck, Sekda Provinsi Mahmuda Rivai dan Walikota Padang Fauzi Bahar.
Dalam kata sambutanya Kajiro Siojiri mengatakan, agar bantuan yang dipersembahkan oleh JICS ini bisa bermanfaat terutama meringankan beban pemerintah. Dia mengatakan bahwa dengan bantuan ini menandakan bahwa Indonesia dan Jepang mempunyai hubungan yang baik.
Dua sekolah itu akan mulai dikerjakan awal Oktober ini, akan dibangun tahan gempa. “Bangunan sekolah ini bisa juga digunakan sebagai tempat evakuasi bagi warga setempat jika bencana datang,” jelas Kajiro.
Walikota Padang, Fauzi Bahar mengucapkan terima kasih kepada JICS atas kemurahannya dalam meringankan beban pemerintah.
Fauzi mengatakan, dengan dibangunnya dua sekolah ini berarti sudah ada lima sekolah yang telah di bantu pembangunannya dari bantuan luar. Sementara itu untuk sekolah lain yang rusak yang belum tersentuh berjumlah sekitar 100 sekolah lagi. (*)
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
Puisi SBY Memperingati Setahun Gempa Mengguncang Padang
Puisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Dibacakan Kamis, pukul 17:15 WIB, 30 september 2010. Untuk memperingati setahun musibah gempa 30 September 2009. Peringatan ini ditandai peresmian monumen yang memuat 383 nama-nama korban dan pembacaan bait-bait puisi kiriman Presiden Republik Indonesia.
------------------------
Dalam Duka, Kami Bangkit
Tanah Minang pernah terguncang di senja gulita
oleh bencana yang tak terduga.
Kuingat jerit dan tangis membelah sudut-sudut kota
dalam kelam dan duka.
Di bumi ini, ribuan anak negeri...
tiba-tiba pergi ke Hadirat Illahi.
Di kota ini...
ratusan syuhada berpulang ke alam baka atas takdir Yang Maha Kuasa.
Ya Allah...
meski hati kami tergores lara mengenang mereka yang kucinta,
kami bersujud dalam tawakal ikhlas menerima cobaan.
Tetapi, Ya Robbana kami tak pernah menyerah dalam pasrah,
dan bukankah dalam musibah selalu ada berkah,
yang menuntun kami terus berkarya dan beribadah.
Kami semua telah bangkit dengan tekad dan cita-cita,
untuk membangun kota ini,
memajukan negeri kami dalam cahaya iman dan rahmat Mu.
Sumber: Harian Pagi Padang Ekspres Baca selengkapnya ..
Dibacakan Kamis, pukul 17:15 WIB, 30 september 2010. Untuk memperingati setahun musibah gempa 30 September 2009. Peringatan ini ditandai peresmian monumen yang memuat 383 nama-nama korban dan pembacaan bait-bait puisi kiriman Presiden Republik Indonesia.
------------------------
Dalam Duka, Kami Bangkit
Tanah Minang pernah terguncang di senja gulita
oleh bencana yang tak terduga.
Kuingat jerit dan tangis membelah sudut-sudut kota
dalam kelam dan duka.
Di bumi ini, ribuan anak negeri...
tiba-tiba pergi ke Hadirat Illahi.
Di kota ini...
ratusan syuhada berpulang ke alam baka atas takdir Yang Maha Kuasa.
Ya Allah...
meski hati kami tergores lara mengenang mereka yang kucinta,
kami bersujud dalam tawakal ikhlas menerima cobaan.
Tetapi, Ya Robbana kami tak pernah menyerah dalam pasrah,
dan bukankah dalam musibah selalu ada berkah,
yang menuntun kami terus berkarya dan beribadah.
Kami semua telah bangkit dengan tekad dan cita-cita,
untuk membangun kota ini,
memajukan negeri kami dalam cahaya iman dan rahmat Mu.
Sumber: Harian Pagi Padang Ekspres Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Seantero Padang
Penduduk Kota Padang, Sumatra Barat memperingati satu tahun gempa bumi di Padang, Kamis (30/9). Mereka serentak mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang di rumah-rumah, sekolah, hingga kantor pemerintah.
Momen sekaligus untuk peresmian Monumen Gempa di Taman Melati, Jalan Gereja Padang, sore nanti. Warga datang mengenakan pakaian putih. Itu semata demi menandakan keikhlasan warga atas kebesaran Tuhan. Kelak nama korban ditulis di sejumlah monumen. Menurut warga, pakaian putih dan bendera separuh tiang sebagai imbauan dari Wali Kota Padang Fauzi Bahar.
Tepat setahun silam gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter memorak porandakan Kota Padang. Ribuan tewas dan kritis akibat dahsyatnya lindu. Termasuk Hotel Ambacang di Jalan Bundo Kandung yang hancur.
Lindu di Padang menewaskan 1.179 penduduk Sumatra Barat. Ratusan ribu bangunan rusak berat. Kerugian akibat gempa ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah. (Bonar Harahap)
sumber: www.metrotvnews.com Baca selengkapnya ..
Momen sekaligus untuk peresmian Monumen Gempa di Taman Melati, Jalan Gereja Padang, sore nanti. Warga datang mengenakan pakaian putih. Itu semata demi menandakan keikhlasan warga atas kebesaran Tuhan. Kelak nama korban ditulis di sejumlah monumen. Menurut warga, pakaian putih dan bendera separuh tiang sebagai imbauan dari Wali Kota Padang Fauzi Bahar.
Tepat setahun silam gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter memorak porandakan Kota Padang. Ribuan tewas dan kritis akibat dahsyatnya lindu. Termasuk Hotel Ambacang di Jalan Bundo Kandung yang hancur.
Lindu di Padang menewaskan 1.179 penduduk Sumatra Barat. Ratusan ribu bangunan rusak berat. Kerugian akibat gempa ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah. (Bonar Harahap)
sumber: www.metrotvnews.com Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
Tak Kuasa Menahan Haru, Keluarga Korban Gempa Jatuh Pingsan
Ribuan masyarakat Kota Padang hadiri peringatan satu tahun gempa 30 September 2009. Acara yang diadakan di Taman Melati Padang, Kamis (30/9/2010) ini, penuh haru.
Isak tangis keluarga korban pecah saat selubung monumen gempa di taman itu, dibuka Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim. Pada monumen itu tertera nama 383 korban kedahsyatan gempa 30 September lalu.
Pantauan di lokasi, Kamis (30/9/2010) suasana haru sudah terasa sebelum detik-detik peringatan gempa itu dilakukan. Foto korban gempa yang dipajang di pagar-pagar monumen gempa membuat sejumlah keluarga korban tak dapat menahan tanggisnya.
Acara peringatan satu tahun gempa 30 September dimulai pada pukul 16.30 wib. Tampak hadir dalam peringatan itu sejumlah duta besar dari negeri sahabat seperti Arab Saudi, Brunei Darussalam, Australia, Jepang, Malaysia, Belanda, Rusia dan Belgia.
Mantan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, juga terlihat hadir dalam peringatan satu tahun gempa 30 September itu. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kala yang sebelumnya disebut-sebut hadir dalam peringatan tersebut, tak muncul sampai acara usai.
Sangar Samanjana Commmunity membuka pergeralan dramatisasi peristiwa gempa itu dengan menakjubkan dan memukau ribuan mata penonton yang menyaksikan peringatan hari bersejarah itu bagi masyarakat Minangkabau.
Enam orang muda-mudi dari Sanggar Samanjana Community menampilkan atraksi yang memikat dan mendapat tepuk tangan dari para undangan yang hadir dalam acara itu.
Pembacaan puisi yang dikarang oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pun ikut menjadi salah acara puncak dalam detik-detik peringatan satu tahun gempa di ranah minang.
Tepat pada pukul 15.17 wib, bunyi sirene peringatan gempa dan tsunami membahana.Seiring itu juga selubung penutup monumen gempa pun dibuka. Ribuan mata lalu tertuju pada monumen itu.
Monumen gempa sendiri terdiri dari empat bagian. Satu monumen berada di tengah, satu monumen ada di kanan dan dua monumen ada di sisi kiri. Pada bagian kanan dan kiri tertulis nama 383 korban gempa 30 September.
Satu persatu undangan yang hadir meletakan karangan bunga pada monumen gempa, setelah itu giliran keluarga korban yang meletakan karangan bungan di monumen gempa itu. Hampir sebagian besar keluarga korban menitikan airmata saat meletakan karangan bunga di monumen gempa.
Bahkan, ada juga korban gempa yang histeris saat membaca nama keluarganya terpampang di monumen gempa itu. Ada juga keluarga korban yang jatuh pingsan saat mengenang kembali kerabat yang mereka kasihi.
Sesama keluarga korban saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lainnya. Sambil memeluk foto keluarga mereka yang menjadi korban.
Tak sedikit juga warga Kota Padang yang memanfaatkan peresmian monumen gempa itu untuk berfoto ria, di tengah isak tanggis dari keluarga korban yang meninggal di sekeliling mereka.
Walikota Padang Fauzi Bahar meminta korban gempa kembali bangkit dari keterpurukan dan kepada keluarga korban yang ditinggalkan diharapkan bersabar.
"Ini sudah kehendak dari yang Maha Kuasa dan tak seorangpun yang bisa melawan kehendak dariNya. Mari bersama kita lupakan masa lalu dan kita bangun kembali ranah minang,"ucapnya
Orang nomor satu di Kota Padang ini menyebutkan, dicantumkannya nama korban gempa di monumen itu sebagai bentuk penghargaan bagi korban yang telah meninggal.
Selain itu agar kelak generasi muda di masa datang tak akan melupakan peristiwa yang memilukan itu. Siklus gempa terjadi setiap 150 tahun. Diharapkan monumen gempa ini dapat menjadi peringatan agar kelak jumlah korban tak lagi bertambah.
"Tahun 1632 dan 1864 di Padang pernah diguncang gempa hebat, namun karena tak adanya monumen atau pertanda yang menginggatkan akan keganasan gempa itu, masyarakat menjadi lengah. Saya berharap monumen ini kelak bisa bermafaat bagi anak cucuk di masa yang akan datang,"tuturnya.
Fauzi menuturkan saat ini masih banyak sarana dan prasarana yang belum diperbaiki. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran yang ada.
"Setahun pascagempa masih banyak bangunan yang belum dirobohkan, sarana pendidikan, pasar dan rumah ibadah yang belum dibangun. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak untuk warga Kota Padang. Sedikit bantuan para donatur sangat berharga bagi kami. Jangan satu miliar, satu supermipun akan tetap kami kejar,"ucapnya.
Monumen gempa akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata. Hal ini bertujuan agar masyarakat luar atau warga minang di perantauan dapat mengingat keganasan dari gempa 30 September.
"Ini adalah bukti sejarah yang akan selalu di kenang. Disini 383 orang warga Padang telah menjadi korban. Badai telah berlalu dan saatnya kita kembali membangun negeri,"ucapnya.
Ditempat terpisah Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim juga menghimbau warga minang untuk kembali bangkit. "Mari bersama-sama kita bangun kembali daerah kita yang hancur akibat gempa. Tidak ada guna kita menyesali takdir yang sudah digariskan Tuhan. Setiap kejadian ada hikmah yang dapat dipetik,"sebutnya. [Gusti Ayu Gayatri]
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Isak tangis keluarga korban pecah saat selubung monumen gempa di taman itu, dibuka Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim. Pada monumen itu tertera nama 383 korban kedahsyatan gempa 30 September lalu.
Pantauan di lokasi, Kamis (30/9/2010) suasana haru sudah terasa sebelum detik-detik peringatan gempa itu dilakukan. Foto korban gempa yang dipajang di pagar-pagar monumen gempa membuat sejumlah keluarga korban tak dapat menahan tanggisnya.
Acara peringatan satu tahun gempa 30 September dimulai pada pukul 16.30 wib. Tampak hadir dalam peringatan itu sejumlah duta besar dari negeri sahabat seperti Arab Saudi, Brunei Darussalam, Australia, Jepang, Malaysia, Belanda, Rusia dan Belgia.
Mantan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, juga terlihat hadir dalam peringatan satu tahun gempa 30 September itu. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kala yang sebelumnya disebut-sebut hadir dalam peringatan tersebut, tak muncul sampai acara usai.
Sangar Samanjana Commmunity membuka pergeralan dramatisasi peristiwa gempa itu dengan menakjubkan dan memukau ribuan mata penonton yang menyaksikan peringatan hari bersejarah itu bagi masyarakat Minangkabau.
Enam orang muda-mudi dari Sanggar Samanjana Community menampilkan atraksi yang memikat dan mendapat tepuk tangan dari para undangan yang hadir dalam acara itu.
Pembacaan puisi yang dikarang oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pun ikut menjadi salah acara puncak dalam detik-detik peringatan satu tahun gempa di ranah minang.
Tepat pada pukul 15.17 wib, bunyi sirene peringatan gempa dan tsunami membahana.Seiring itu juga selubung penutup monumen gempa pun dibuka. Ribuan mata lalu tertuju pada monumen itu.
Monumen gempa sendiri terdiri dari empat bagian. Satu monumen berada di tengah, satu monumen ada di kanan dan dua monumen ada di sisi kiri. Pada bagian kanan dan kiri tertulis nama 383 korban gempa 30 September.
Satu persatu undangan yang hadir meletakan karangan bunga pada monumen gempa, setelah itu giliran keluarga korban yang meletakan karangan bungan di monumen gempa itu. Hampir sebagian besar keluarga korban menitikan airmata saat meletakan karangan bunga di monumen gempa.
Bahkan, ada juga korban gempa yang histeris saat membaca nama keluarganya terpampang di monumen gempa itu. Ada juga keluarga korban yang jatuh pingsan saat mengenang kembali kerabat yang mereka kasihi.
Sesama keluarga korban saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lainnya. Sambil memeluk foto keluarga mereka yang menjadi korban.
Tak sedikit juga warga Kota Padang yang memanfaatkan peresmian monumen gempa itu untuk berfoto ria, di tengah isak tanggis dari keluarga korban yang meninggal di sekeliling mereka.
Walikota Padang Fauzi Bahar meminta korban gempa kembali bangkit dari keterpurukan dan kepada keluarga korban yang ditinggalkan diharapkan bersabar.
"Ini sudah kehendak dari yang Maha Kuasa dan tak seorangpun yang bisa melawan kehendak dariNya. Mari bersama kita lupakan masa lalu dan kita bangun kembali ranah minang,"ucapnya
Orang nomor satu di Kota Padang ini menyebutkan, dicantumkannya nama korban gempa di monumen itu sebagai bentuk penghargaan bagi korban yang telah meninggal.
Selain itu agar kelak generasi muda di masa datang tak akan melupakan peristiwa yang memilukan itu. Siklus gempa terjadi setiap 150 tahun. Diharapkan monumen gempa ini dapat menjadi peringatan agar kelak jumlah korban tak lagi bertambah.
"Tahun 1632 dan 1864 di Padang pernah diguncang gempa hebat, namun karena tak adanya monumen atau pertanda yang menginggatkan akan keganasan gempa itu, masyarakat menjadi lengah. Saya berharap monumen ini kelak bisa bermafaat bagi anak cucuk di masa yang akan datang,"tuturnya.
Fauzi menuturkan saat ini masih banyak sarana dan prasarana yang belum diperbaiki. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran yang ada.
"Setahun pascagempa masih banyak bangunan yang belum dirobohkan, sarana pendidikan, pasar dan rumah ibadah yang belum dibangun. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak untuk warga Kota Padang. Sedikit bantuan para donatur sangat berharga bagi kami. Jangan satu miliar, satu supermipun akan tetap kami kejar,"ucapnya.
Monumen gempa akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata. Hal ini bertujuan agar masyarakat luar atau warga minang di perantauan dapat mengingat keganasan dari gempa 30 September.
"Ini adalah bukti sejarah yang akan selalu di kenang. Disini 383 orang warga Padang telah menjadi korban. Badai telah berlalu dan saatnya kita kembali membangun negeri,"ucapnya.
Ditempat terpisah Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim juga menghimbau warga minang untuk kembali bangkit. "Mari bersama-sama kita bangun kembali daerah kita yang hancur akibat gempa. Tidak ada guna kita menyesali takdir yang sudah digariskan Tuhan. Setiap kejadian ada hikmah yang dapat dipetik,"sebutnya. [Gusti Ayu Gayatri]
sumber: www.padang-today.com Baca selengkapnya ..
Label:
Sosial
Subscribe to:
Posts (Atom)